
Demak, JatengNews.id— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 12 UIN Walisongo Semarang turut memeriahkan tradisi Sedekah Bumi yang digelar masyarakat Dukuh Pangge, Desa Ngegot, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jumat (15/5/2026).
Tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen serta harapan memasuki masa tanam.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN terlibat langsung membantu persiapan acara hingga penyediaan konsumsi bersama warga.
Kehadiran mahasiswa disambut hangat oleh masyarakat dan perangkat desa yang turut memeriahkan rangkaian tradisi budaya tersebut.
Acara Sedekah Bumi dihadiri Kepala Desa, RT, RW, tokoh masyarakat, Camat Mijen, Babinsa, Komandan TNI, serta masyarakat umum.
Sejak pagi hari, warga terlihat bergotong royong menyiapkan tempat acara dan berbagai kebutuhan kegiatan.
Tradisi Sedekah Bumi juga diwarnai kegiatan berbagi makanan antarwarga sebagai simbol rasa syukur dan upaya mempererat silaturahmi masyarakat Dukuh Pangge. Suasana kebersamaan tampak kuat selama kegiatan berlangsung.
Acara dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit yang menjadi hiburan sekaligus bentuk pelestarian budaya Jawa. Warga dari berbagai usia tampak antusias menyaksikan pagelaran seni tradisional tersebut.
Pada sore hari, masyarakat menggelar selametan dan doa bersama agar diberikan keselamatan, keberkahan, serta hasil panen yang melimpah. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat agraris di Desa Ngegot.
Tradisi Sedekah Bumi di Desa Ngegot dilaksanakan secara bergilir di tiga dukuh, yaitu Dukuh Ngegot, Dukuh Pangge, dan Dukuh Sidomakmur. Tahun 2026, pelaksanaan tradisi berlangsung di Dukuh Pangge.
Kepala Dukuh Pangge, Santoso, mengatakan Sedekah Bumi merupakan tradisi sakral yang berkaitan erat dengan masa tanam masyarakat.
“Acara ini merupakan acara sakral. Sedekah bumi memiliki makna sebagai tanda memasuki masa tanam. Biasanya setelah ini memasuki musim kemarau dan harapannya semoga hasil panen warga melimpah serta bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Santoso.
Ia juga menjelaskan pertunjukan ketoprak pada malam hari menjadi bagian hiburan sekaligus simbol rasa syukur masyarakat setelah seluruh rangkaian acara berlangsung.
“Dalam pertunjukan ketoprak terdapat nyanyian dan hiburan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat untuk memeriahkan acara sedekah bumi,” tambahnya.
Malam harinya, acara ditutup dengan pertunjukan ketoprak yang berlangsung meriah dan disaksikan ratusan warga hingga selesai.
Antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa tradisi budaya lokal masih terus dijaga dan dicintai oleh generasi saat ini.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Reguler 86 Posko 12 UIN Walisongo berharap dapat ikut melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat Desa Ngegot.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti