Beranda Daerah Dispertan PP Karanganyar Percepat Vaksinasi PMK Jelang Iduladha 2026

Dispertan PP Karanganyar Percepat Vaksinasi PMK Jelang Iduladha 2026

Populasi ternak di Karanganyar hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan stabil dari ancaman wabah penyakit menular menjelang Iduladha 2026.

Ilustrasi Vaksinasi PMK. (Foto : Dok Gemini AI)
Ilustrasi Vaksinasi PMK. (Foto : Dok Gemini AI)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Dispertan PP) Kabupaten Karanganyar terus mempercepat pelaksanaan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak menjelang Iduladha 2026.

Hingga pertengahan Mei 2026, realisasi vaksinasi tercatat baru mencapai sekitar 5.000 ekor ternak dari total 12.000 dosis vaksin yang dialokasikan Kementerian Pertanian RI untuk wilayah Karanganyar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dispertan PP Karanganyar, Feriana Dwi Kurniawati, mengatakan capaian vaksinasi tersebut belum maksimal. Kondisi itu dipengaruhi keterbatasan jumlah petugas serta sempat terhentinya kegiatan vaksinasi selama masa libur Lebaran.

“Vaksinasi memang belum optimal karena kemarin sempat terhenti saat libur Lebaran dan personel juga terbatas,” katanya, Selasa (19/5/2026).

Feriana mengimbau para peternak agar proaktif menghubungi mantri ternak di masing-masing kecamatan atau langsung berkoordinasi dengan Dispertan PP untuk menjadwalkan vaksinasi ternak mereka.

Menurutnya, vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran PMK karena penyakit tersebut disebabkan oleh virus yang tidak dapat disembuhkan.

“PMK itu penyakit karena virus yang tidak bisa diobati. Pencegahannya melalui vaksin seperti penanganan Covid-19,” jelasnya.

Ia memastikan stok vaksin masih tersedia dan siap digunakan untuk ternak yang dalam kondisi sehat. Karena itu, para peternak diminta tidak mengabaikan vaksinasi demi menjaga kesehatan ternak menjelang Iduladha.

“Jangan sampai PMK merenggut hewan ternak kita. Karena itu kita antisipasi dengan vaksin,” terangnya.

Selain mempercepat vaksinasi, Dispertan PP Karanganyar juga memperketat pengawasan lalu lintas perdagangan hewan kurban. Pengawasan dilakukan di titik-titik perbatasan wilayah hingga lapak penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan.

Feriana menjelaskan, pihaknya telah menurunkan tim teknis yang terdiri dari mantri ternak untuk melakukan pemeriksaan fisik hewan guna mengantisipasi penyebaran PMK maupun penyakit lain seperti Lumpy Skin Disease.

“Kami sudah mengumpulkan seluruh petugas bidang peternakan untuk pengawasan lalu lintas perdagangan serta pemeriksaan teknis persiapan pemotongan hewan kurban,” ujarnya.

Dispertan PP juga bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan pelatihan bagi Juru Sembelih Halal (Juleha) agar proses penyembelihan hewan kurban sesuai syariat dan standar kebersihan.

Selain itu, sosialisasi mengenai konsep daging ASUH — Aman, Sehat, Utuh, dan Halal — akan diberikan kepada kader PKK di tingkat kecamatan dan desa guna memastikan pengelolaan daging kurban tetap higienis hingga diterima masyarakat.

“Petugas kami juga dijadwalkan memantau masjid-masjid saat hari penyembelihan meskipun belum bisa menjangkau seluruh titik karena keterbatasan personel,” kata Feriana.

Sementara itu, Medik Veteriner Dispertan PP Karanganyar, Fathurrahman, mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban, baik di pasar maupun lapak pedagang.

Ia menyarankan masyarakat memilih hewan kurban jantan yang sehat, aktif, responsif, tidak cacat, serta cukup umur yang ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi depan atau poel.

“Paling mudah dilihat dari giginya. Disarankan memilih hewan yang sudah poel sepasang karena itu tanda hewan sudah dewasa dan memenuhi syarat syariat,” jelasnya.

Fathurrahman juga mengingatkan pembeli untuk menanyakan asal-usul ternak kepada pedagang guna memastikan kondisi kesehatannya. Ia menyarankan masyarakat lebih mengutamakan membeli ternak lokal Karanganyar karena lebih mudah dipantau kesehatannya dibanding ternak dari luar daerah tanpa dokumen kesehatan.

Menurutnya, populasi ternak di Karanganyar hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan stabil dari ancaman wabah penyakit menular menjelang Iduladha 2026.

“Kami tegaskan, jika mendatangkan hewan dari luar daerah harus dipastikan ada surat keterangan kesehatan hewan,” pungkasnya.

Penulis   : Iwan Iswanda

Editor      :  Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version