Beranda Pendidikan Fun Game hingga Perah Sapi, Keseruan Siswa SDN Pudakpayung 03 di Jatirejo

Fun Game hingga Perah Sapi, Keseruan Siswa SDN Pudakpayung 03 di Jatirejo

Kegiatan bertajuk Sinau Bareng Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) dengan tema “Belajar di Alam Terbuka, Tumbuhkan Kreativitas, Bagikan Ilmu yang Bermanfaat”

Salah satu siswa SDN Pudakpayung 03 Semarang saat praktek perah sapi di GFF Desa Wisata Jatirejo, Rabu (20/5/2026). (Foto: JN)

SEMARANG, Jatirejo – Suasana penuh keceriaan tampak saat siswa-siswi SD Negeri Pudakpayung 03 Kota Semarang berkunjung ke Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan bertajuk Sinau Bareng Pembelajaran Luar Sekolah (PLS) dengan tema “Belajar di Alam Terbuka, Tumbuhkan Kreativitas, Bagikan Ilmu yang Bermanfaat” ini diikuti siswa kelas 3 dan kelas 4 SD Negeri Pudakpayung 03 Kota Semarang.

Kegiatan edukatif tersebut berjalan lancar berkat dukungan para orang tua yang tergabung dalam paguyuban siswa. Mereka mendukung anak-anak untuk belajar langsung di lingkungan alam terbuka melalui wisata edukasi di Desa Wisata Jatirejo.

Dari pantauan tim Jatengnews.id, rombongan siswa tiba di Bumi Perkemahan (Buper) Harda Walika sekitar pukul 09.00 WIB. Setibanya di lokasi, anak-anak langsung disambut para guide (pemandu) serta suguhan minuman jahe khas Desa Wisata Jatirejo.

Sebelum mengikuti edukasi pengolahan kolang-kaling dan peternakan susu sapi di Green Fresh Farm (GFF), anak-anak terlebih dahulu diajak mengikuti fun game untuk menambah semangat dan kebersamaan. Keseruan semakin terasa ketika mereka diajak menaiki kereta wisata menuju lokasi edukasi.

Foto bersama Kepala Sekolah, Guru dan Siswa serta Paguyuban
Foto bersama Kepala Sekolah, Guru dan Siswa serta Paguyuban Wali Murid SDN Pudakpayung 03 Semarang di Bumi Perkemahan Harda Walika Jatirejo, Rabu (20/5/2026). (Foto: JN)

Wali murid kelas 3, Bella Anggita Pratiwi S.T mengatakan anak-anak terlihat sangat senang karena mendapatkan pengalaman baru yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya.

Menurutnya, kegiatan memerah susu sapi di GFF menjadi pengalaman pertama yang sangat berkesan bagi anak-anak. Selain itu, edukasi pengolahan kolang-kaling juga membuat mereka semakin tertarik mencoba makanan olahan tradisional tersebut.

“Jadi banyak hal-hal baru yang ditemui anak-anak di sini,” ujar Bella.

Sementara itu, Kepala SDN Pudakpayung 03 Kota Semarang, Cici Herawati S.Pd., M.Pd., mengaku baru pertama kali berkunjung ke Desa Wisata Jatirejo. Setelah melihat langsung konsep wisata edukasi yang ditawarkan, pihak sekolah kemudian menyampaikan kepada paguyuban orang tua siswa dan mendapat respons positif hingga akhirnya kegiatan kunjungan dapat terlaksana.

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman belajar langsung di luar sekolah bagi para siswa. Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mempraktikkan secara langsung proses pembuatan olahan kolang-kaling seperti kerupuk dan manisan.

Selain itu, siswa juga belajar mengenal proses produksi susu, mulai dari asal susu, pengolahannya, hingga pemanfaatannya menjadi berbagai minuman segar.

Tidak hanya itu, anak-anak juga diajak melihat langsung kandang sapi. Mereka belajar cara merawat sapi, memberi pakan, hingga mencoba memerah susu bersama para peternak.

“Ini sangat bagus untuk pembelajaran anak-anak. Harapan saya Desa Wisata Jatirejo semakin dikenal masyarakat, khususnya di Kota Semarang. Karena selain Kandri, Kota Semarang juga memiliki wisata edukasi Jatirejo. Semoga ke depannya semakin ramai,” harapnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version