Beranda Daerah Lawan Narkoba Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Desa Ngawen Gelar Seminar Remaja

Lawan Narkoba Sejak Dini, KKN UIN Walisongo Desa Ngawen Gelar Seminar Remaja

Kolaborasi KKN UIN Walisongo dan Polsek Wedung Tingkatkan Kesadaran Pelajar tentang Bahaya Pergaulan Negatif

KKN UIN Walisongo gelar seminar narkoba
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 18 Desa Ngawen bersama IPDA Totok Ervianto dari Polsek Wedung memberikan edukasi bahaya narkoba dan kenakalan remaja kepada siswa MA Raudatul Mu’allimin, Sabtu (16/5/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 18 Desa Ngawen menggelar seminar edukatif bertema bahaya narkoba dan kenakalan remaja di MA Raudatul Mu’allimin, Desa Ngawen, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan ini diikuti siswa-siswi kelas XI sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba dan perilaku menyimpang remaja.

Seminar menghadirkan IPDA Totok Ervianto dari Polsek Wedung sebagai pemateri utama.

Turut hadir Kepala Desa Ngawen, Kepala Sekolah MA Raudatul Mu’allimin, dewan guru, serta mahasiswa KKN Posko 18 Desa Ngawen. Kegiatan berlangsung di aula sekolah dengan suasana tertib dan penuh antusiasme.

Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan seminar yang dinilai relevan dengan kondisi remaja saat ini.

Menurut pihak sekolah, pengaruh lingkungan dan media sosial membuat remaja rentan terhadap berbagai perilaku negatif sehingga diperlukan edukasi secara berkelanjutan.

Pada sesi materi, IPDA Totok Ervianto menjelaskan berbagai jenis narkoba, dampak penyalahgunaan narkotika terhadap kesehatan dan masa depan remaja, hingga pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

Ia juga membahas berbagai bentuk kenakalan remaja seperti bullying, tawuran, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan media sosial.

“Generasi muda harus mampu mengatakan tidak terhadap narkoba. Masa depan kalian masih panjang, jangan sampai rusak karena salah pergaulan,” ujar IPDA Totok di hadapan para siswa.

Ia juga menegaskan bahwa kenakalan remaja yang bermula dari pergaulan bebas dapat menjadi pintu masuk terhadap tindakan kriminal dan penyalahgunaan narkotika.

“Jangan mudah terpengaruh ajakan teman. Pilih lingkungan yang membawa dampak positif dan mendukung cita-cita kalian,” tambahnya.

Koordinator kesehatan lingkungan KKN Posko 18 Desa Ngawen, Alfris, mengatakan bahwa seminar tersebut merupakan bagian dari program edukasi sosial kepada pelajar untuk meningkatkan kesadaran pentingnya menjaga perilaku serta kesehatan mental sejak dini.

“Kami berharap seminar ini dapat memberikan pemahaman kepada siswa agar lebih berhati-hati dalam bergaul dan menjauhi narkoba serta tindakan negatif lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah MA Raudatul Mu’allimin mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Walisongo bersama Polsek Wedung tersebut.

Menurutnya, edukasi semacam ini penting untuk membangun karakter dan kesadaran siswa di tengah maraknya kasus kenakalan remaja.

“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN dan pihak Polsek Wedung yang telah memberikan edukasi secara langsung kepada siswa-siswi kami. Semoga kegiatan seperti ini membawa dampak positif bagi generasi muda,” katanya.

Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias para siswa. Beberapa peserta aktif bertanya mengenai dampak narkoba serta cara menghadapi pengaruh negatif di lingkungan pergaulan.

Salah satu siswa peserta seminar mengaku mendapatkan banyak wawasan baru melalui kegiatan tersebut.

“Seminarnya seru dan menambah pengetahuan kami tentang bahaya narkoba dan pentingnya menjaga pergaulan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 18 Desa Ngawen berharap para pelajar dapat menjadi generasi muda yang sehat, berprestasi, dan mampu menjadi pelopor lingkungan sekolah bebas narkoba serta kenakalan remaja.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN Posko18
Editor: R. Dian Pramesti

Exit mobile version