
SOLO, Jatengnews.id — Komitmen Bank Jateng dalam mendorong pelaku UMKM naik kelas terus membuahkan hasil.
Salah satu kisah sukses datang dari Mamnich Tas’souvenir, UMKM binaan asal Solo yang berhasil berkembang dari usaha rumahan saat pandemi menjadi produsen tas etnik premium berbasis kain wastra Nusantara.
Melalui pendampingan dan pembinaan berkelanjutan, Bank Jateng membantu pelaku usaha lokal memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk agar mampu menembus pasar modern.
Mamnich sendiri memadukan kain batik, tenun, dan lurik ke dalam desain tas kekinian yang diminati berbagai kalangan. Produk tersebut kini tidak hanya dikenal sebagai kerajinan lokal, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di industri kreatif.
Founder Mamnich, Fransiska, mengungkapkan usahanya bermula pada masa awal pandemi Covid-19 ketika terjadi kelangkaan masker kain di Solo dan sekitarnya. Bermodal keterampilan menjahit dan mesin jahit rumahan, ia memproduksi masker secara mandiri untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Seiring meningkatnya permintaan, Mamnich mulai berkembang dan melibatkan warga sekitar dalam proses produksi. Langkah itu sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Pasca-pandemi, Mamnich bertransformasi dengan fokus mengembangkan tas etnik berbahan wastra Nusantara. Perjalanan usaha tersebut semakin berkembang setelah mendapatkan dukungan dari Bank Jateng.
“Kehadiran Bank Jateng memberikan dampak besar bagi kami. Tidak hanya dari sisi publikasi dan akses pasar, tetapi juga pendampingan usaha yang membuat kami lebih percaya diri untuk berkembang,” ujar Fransiska.
Bank Jateng selama ini aktif membangun ekosistem pendukung bagi UMKM melalui berbagai program pembinaan, pelatihan manajemen usaha, hingga fasilitasi pameran produk. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Jawa Tengah agar mampu tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing nasional.
Kisah sukses Mamnich menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi antara perbankan daerah dan pelaku usaha lokal mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus mengangkat potensi budaya lokal ke pasar yang lebih luas.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara