Beranda Daerah Jembatan Ambrol di Jalan Simongan Semarang Sebabkan Kemacetan Parah, Warga Minta Perbaikan...

Jembatan Ambrol di Jalan Simongan Semarang Sebabkan Kemacetan Parah, Warga Minta Perbaikan Dipercepat

Kerusakan yang memakan hampir separuh badan jalan itu berada di kawasan pertigaan Panjangan yang menghubungkan Jalan Untung Suropati.

Kondisi jembatan panjangan di Jalan Simongan, Kota Semarang,
Kondisi jembatan panjangan di Jalan Simongan, Kota Semarang, Jumat (22/5/2026). (Foto:Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id  — Kondisi jembatan ambrol di ruas Jalan Simongan, Kota Semarang, menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan parah, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja.

Kerusakan yang memakan hampir separuh badan jalan itu berada di kawasan pertigaan Panjangan yang menghubungkan Jalan Untung Suropati.

Pantauan di lokasi pada Jumat (22/5/2026), sejumlah alat berat milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang sudah mulai melakukan pekerjaan perbaikan. Di sekitar lokasi juga terpasang garis pembatas serta papan peringatan bertuliskan “Hati-Hati Ada Pekerjaan Jembatan”.

Meski proses perbaikan telah dimulai, kondisi lalu lintas masih tampak krodit karena tidak adanya petugas pengatur lalu lintas di lokasi. Baik dari Dinas Perhubungan maupun kepolisian belum terlihat melakukan pengamanan arus kendaraan.

Warga sekitar, Gery (70), mengatakan kemacetan hampir selalu terjadi setiap hari, khususnya pada jam sibuk. “Setiap hari pagi dan sore selalu macet. Pokoknya jam kerja itu macet,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Menurut Gery, kondisi jembatan ambrol tersebut sudah berlangsung sekitar dua bulan terakhir. Ia menduga kerusakan terjadi akibat sering dilalui dump truk bermuatan tanah dengan kapasitas besar.

“Penyebabnya semenjak ada dump truk membawa tanah yang besar-besar itu lewat sini,” katanya.

Warga lainnya, Nur Yadi (64), mengaku tidak mengetahui pasti awal mula kerusakan tersebut. Namun, ia membenarkan bahwa kondisi jalan ambrol sudah cukup lama terjadi. “Tahu-tahu sudah ambrol, tapi memang sudah lama, mungkin sekitar dua bulanan,” ungkapnya.

Ia juga menyebut kemacetan di kawasan tersebut hampir terjadi setiap hari.

“Sepertinya ambrol karena dump truk besar pembawa tanah urug,” tambahnya.

Sementara itu, warga lain bernama Brewok (65) menilai kerusakan terjadi akibat kombinasi usia jembatan yang sudah tua, tingginya debit air, serta intensitas kendaraan berat yang melintas.

Bahkan, saat proses wawancara berlangsung, sebuah truk besar sempat menyerempet atap rumah warga di sekitar lokasi. Beruntung tidak terjadi kerusakan serius, namun warga menilai kondisi tersebut cukup membahayakan apabila dibiarkan terlalu lama.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka Nuswantara

Exit mobile version