Beranda Lifestyle Film Keluarga Suami Adalah Hama Angkat Konflik Rumah Tangga yang Relatable, Omar...

Film Keluarga Suami Adalah Hama Angkat Konflik Rumah Tangga yang Relatable, Omar Daniel dan Jeremie Bongkar Tantangan Peran

Film itu mengangkat dinamika pernikahan, tekanan keluarga besar, hingga pergulatan emosi yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Dua aktor Omar Daniel dan Jeremie Moeremans mengungkap beragam makna di balik film Keluarga Suami Adalah Hama. (Foto : Dok JN)
Dua aktor Omar Daniel dan Jeremie Moeremans mengungkap beragam makna di balik film Keluarga Suami Adalah Hama. (Foto : Dok JN)

SEMARANG, Jatengnews.id — Film Keluarga Suami Adalah Hama menghadirkan kisah rumah tangga yang dekat dengan realitas banyak pasangan Indonesia.

Dibintangi Omar Daniel dan Jeremie Moeremans, film produksi VMS Studio bersama Umbara Brothers Film itu mengangkat dinamika pernikahan, tekanan keluarga besar, hingga pergulatan emosi yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Film garapan sutradara Anggy Umbara tersebut merupakan adaptasi dari film pendek viral karya Aditya Santana yang sebelumnya meraih jutaan penonton di platform audio. Dengan durasi sekitar 137 menit dan rating remaja, film ini mencoba menyajikan konflik keluarga dari berbagai sudut pandang.

“Film ini kaya banget dengan hal-hal yang terjadi di kehidupan rumah tangga. Banyak point of view-nya, tergantung melihat dari sudut pandang yang mana,” ujar Omar Daniel di Semarang Sabtu (23/05/2026).

Dalam film tersebut, Omar memerankan karakter Damar, sosok pria yang berada di tengah tuntutan keluarga besar dan rumah tangganya sendiri. Karakter itu mengharuskannya mendalami emosi yang kompleks sebagai kepala keluarga yang harus memenuhi kebutuhan ibu, adik-adik, sekaligus istrinya.

Aktor asal Solo itu mengaku melakukan berbagai persiapan untuk membangun karakter Damar. Mulai dari berdiskusi dengan teman-teman yang sudah menikah, mengikuti workshop, hingga melakukan pendalaman karakter bersama lawan main.

“Setiap masuk karakter biasanya saya bikin playlist lagu, mengubah kebiasaan sehari-hari, lalu banyak ngobrol juga dengan lawan main soal arah karakter dan chemistry yang ingin dibangun,” katanya.

Sementara itu, Jeremie Moeremans yang memerankan Danan menilai cerita dalam film tersebut sangat dekat dengan kondisi nyata di masyarakat. Menurutnya, konflik keluarga yang diangkat menjadi kekuatan utama film ini karena terasa realistis dan mudah dipahami penonton.

“Cerita ini sangat mungkin terjadi di kehidupan nyata karena dekat sekali dengan konflik di dalam keluarga,” ujar Jeremie.

Jeremie juga mengungkap tantangan terbesarnya selama proses produksi adalah membangun karakter yang menyebalkan tetapi tidak terkesan jahat di mata penonton.

“Susahnya mungkin karena sifat karakternya nyebelin, tapi nggak boleh terlihat jahat. Jadi harus ada di antara dua sisi itu,” tegasnya.

Selain itu, ia mengaku sempat menghadapi tantangan karena bergabung dalam proses produksi sedikit lebih terlambat dibanding pemain lain. Namun, suasana kerja yang terbuka membuat proses adaptasinya berjalan lebih mudah.

“Mereka dari awal merangkul dengan baik dan terbuka untuk saling membantu,” tandas Jeremie.

Penulis    : Alif Nazzala Rizqi

Editor       : Jaka Nuswantara

Exit mobile version