SEMARANG, Jatengnews.id – Mobilitas masyarakat perkotaan yang semakin padat membuat kebutuhan akan kendaraan praktis dan efisien semakin tinggi.
Di tengah banyaknya pilihan sepeda motor matik, Honda Beat masih menjadi salah satu model yang paling diminati masyarakat, khususnya kalangan pekerja dan mahasiswa yang membutuhkan kendaraan ringan untuk aktivitas harian.
Di Kota Semarang, motor matik berukuran ringkas seperti Honda Beat dinilai cocok digunakan untuk menghadapi lalu lintas perkotaan yang padat, jalan sempit, hingga aktivitas harian yang menuntut kecepatan dan efisiensi.
Tak heran jika motor ini masih menjadi andalan banyak perantau yang tinggal dan bekerja di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Salah satunya adalah Resa (25), perantau asal Surabaya yang kini menetap di Semarang. Ia mengaku memilih Honda Beat CBS 2025 karena sesuai dengan kebutuhan mobilitas sehari-hari dan memiliki harga yang lebih terjangkau dibanding beberapa model matik lainnya.
“Karena memang pengen beli Beat aja. Harganya lebih terjangkau dan bodinya juga kecil, jadi lebih cocok sama yang pakai,” ujar Resa Selasa (26/05/2026).
Resa membeli motor tersebut pada 2025 melalui sistem kredit. Menurutnya, Honda Beat menjadi pilihan realistis untuk menunjang aktivitas kerja sekaligus mobilitas harian di tengah kondisi jalan perkotaan yang cukup padat.
Sebelum menggunakan Honda Beat, Resa sempat mencoba motor dengan kapasitas mesin lebih besar. Namun setelah digunakan untuk aktivitas di kota, ia merasa Beat lebih nyaman dan praktis.
“Kalau Vario memang enak karena cc-nya lebih besar. Tapi kalau soal ringan ya lebih ringan Beat, jadi lebih sat-set dan gesit dipakai,” katanya.
Karakter bodi yang ramping dan bobot yang ringan membuat motor tersebut mudah dikendalikan, terutama saat melintasi kemacetan maupun gang-gang sempit di kawasan perkotaan. Menurut Resa, keunggulan itu sangat terasa ketika harus berpindah tempat dengan cepat dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menilai kondisi jalan di Semarang yang cukup ramai pada jam sibuk membuat motor ringan seperti Beat lebih nyaman digunakan dibanding motor dengan ukuran lebih besar.
“Kalau buat aktivitas di kota enak. Dipakai harian di Semarang juga aman dan nyaman,” lanjutnya.
Selain faktor kenyamanan, efisiensi bahan bakar menjadi alasan utama Resa memilih Honda Beat. Sebagai pengguna aktif yang hampir setiap hari berkendara untuk bekerja dan beraktivitas, ia mengaku pengeluaran bensin terasa lebih hemat.
“Irit bensin. Yang penting rutin ganti oli saja,” ujarnya singkat.
Selama hampir satu tahun penggunaan, Resa mengaku belum mengalami kendala berarti pada motornya. Ia hanya melakukan perawatan rutin seperti servis berkala dan penggantian oli setiap dua bulan sekali karena intensitas pemakaian yang cukup tinggi.
Menurutnya, biaya perawatan Honda Beat juga relatif ringan sehingga tidak terlalu membebani pengeluaran bulanan. Hal itu menjadi salah satu pertimbangan penting bagi perantau yang tinggal jauh dari kampung halaman dan harus mengatur pengeluaran secara efisien.
Popularitas Honda Beat sendiri memang masih mendominasi pasar sepeda motor nasional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), lini Honda Beat konsisten menjadi salah satu motor dengan penjualan tertinggi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Motor ini mendominasi segmen skuter matik entry-level karena dikenal memiliki harga yang relatif terjangkau, konsumsi bahan bakar yang efisien, serta biaya perawatan yang murah. Selain itu, desain yang simpel dan mudah dikendarai membuat Honda Beat diminati berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga ibu rumah tangga.
Bagi Resa, memilih Honda Beat bukan semata mengikuti tren kendaraan anak muda, melainkan lebih kepada kebutuhan fungsional untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Kalau sekarang mungkin banyak anak muda pilih motor yang lebih gaya. Tapi kalau aku lebih pilih fungsinya saja, yang penting irit, nyaman, dan enak dipakai kerja,” tutupnya.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara



