SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Provinsi Gorontalo melakukan studi banding ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (8/7/2026), sebagai bagian dari persiapan pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC).
Kunjungan kerja tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gorontalo periode 2025–2030, Gusnar Ismail, bersama jajaran pemerintah daerah. Studi banding ini bertujuan menyerap pengalaman dan tata kelola MAJT sebagai salah satu pusat peradaban Islam modern di Indonesia.
Rombongan diterima oleh pengelola MAJT dalam forum diskusi yang membahas berbagai aspek pengelolaan masjid, mulai dari konsep arsitektur, filosofi pembangunan, manajemen organisasi, hingga strategi membangun kemandirian ekonomi melalui kemitraan usaha.
MAJT dipilih sebagai lokasi studi banding karena dinilai tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat dakwah, pelayanan sosial, pemberdayaan umat, dan penyebaran informasi keislaman.
Dalam pembahasan mengenai arsitektur, rombongan mempelajari konsep desain MAJT yang memadukan unsur budaya Jawa, Arab, dan Romawi. Selain itu, perhatian juga diberikan pada penerapan teknologi, seperti payung hidrolik, tata ruang yang ramah jemaah, serta pengelolaan kawasan secara terintegrasi.
Gusnar Ismail menilai pembangunan Gorontalo Islamic Center nantinya harus memiliki landasan filosofis yang kuat dengan tetap mengangkat identitas budaya Gorontalo.
Menurutnya, GIC tidak hanya diharapkan menjadi ikon baru daerah, tetapi juga mampu menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat yang memiliki nilai historis sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.
Aspek tata kelola organisasi juga menjadi fokus pembelajaran. Pemkab Gorontalo mempelajari sistem manajemen MAJT yang dinilai transparan, profesional, dan akuntabel, termasuk pengembangan dakwah berbasis digital melalui layanan siaran langsung berbagai kegiatan keagamaan.
Model pengelolaan tersebut dinilai dapat menjadi referensi bagi Gorontalo Islamic Center agar mampu menjangkau masyarakat lebih luas melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Selain itu, rombongan juga mendalami strategi MAJT dalam membangun kemandirian finansial melalui kemitraan dengan lembaga zakat, donatur, serta berbagai unit usaha produktif.
Konsep tersebut dinilai penting untuk diterapkan agar Gorontalo Islamic Center tidak bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah dan memiliki sumber pendanaan yang berkelanjutan.
Usai mengikuti forum diskusi, rombongan melanjutkan kegiatan dengan meninjau langsung sejumlah fasilitas dan area operasional di kawasan MAJT.
Melalui studi banding ini, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap memperoleh referensi yang komprehensif dalam menyusun konsep pembangunan Gorontalo Islamic Center sehingga mampu berkembang sebagai pusat peradaban Islam yang modern, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. (01).
Penulis: Mahasiswa KKL
Editor: Shodiqin


