Warga Jateng Perlu Tahu, BMKG Sebut Cuaca 10 Juli 2026 Cerah Berawan dan Risiko Kebakaran Hutan

Cuaca Jawa Tengah pada 10 Juli 2026 didominasi cerah berawan. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

SEMARANG, Jatengnews.id– BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memprakirakan cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Tengah pada Jumat (10/7/2026) didominasi cerah berawan.

Adapun, ditengah kondisi musim kemarau masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca kering dan minim hujan.

Berdasarkan prakiraan cuaca yang berlaku pukul 07.00 WIB hingga 19.00 WIB, kondisi cuaca pada sore hingga awal malam diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan.

BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan seiring berlangsungnya musim kemarau.

Secara umum, angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam. Suhu udara di Jawa Tengah berkisar antara 16 hingga 33 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada kisaran 45–95 persen.

Mayoritas wilayah diprediksi mengalami cuaca cerah berawan, seperti Kota Semarang, Cilacap, Purwokerto, Kebumen, Purworejo, Klaten, Sukoharjo, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Demak, Kendal, Brebes, Surakarta, Pekalongan, dan Tegal.

Sementara itu, kondisi berawan diprakirakan terjadi di sejumlah daerah, antara lain Banjarnegara, Wonosobo, Boyolali, Karanganyar, Sragen, Kudus, Jepara, Ungaran, Temanggung, Kajen, Slawi, Magelang, Salatiga, Bumiayu, Majenang, hingga Ambarawa.

Untuk wilayah Kota Semarang, BMKG memprakirakan cuaca cerah berawan dengan suhu berkisar 27–33 derajat Celsius dan kelembapan udara 45–80 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau berlangsung.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN