
Demak, JatengNews.id — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 8 turut membantu pelaksanaan program Integrasi Layanan Primer (ILP) yang digelar oleh Puskesmas Mijen 1 di Balai Desa Tanggul, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Sabtu (16/05/2026).
Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi dari masyarakat sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan desa secara menyeluruh.
Program ILP berfokus pada pelayanan kesehatan untuk seluruh siklus hidup manusia, mulai dari bayi, balita, remaja, usia produktif, hingga lansia.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Posko 8 diterjunkan langsung untuk membantu kelancaran pelayanan kesehatan di lapangan.
Penanggung Jawab Klaster Dua Puskesmas Mijen 1, Bidan Nur Laila, menjelaskan bahwa alur pelayanan Posyandu ILP meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik dasar seperti pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, lingkar perut, dan lingkar lengan, hingga pencatatan rekam medis, skrining laboratorium, serta imunisasi dasar bagi bayi dan balita.
“Masyarakat yang dulunya enggan melakukan pemeriksaan kini lebih semangat karena pelayanan lebih dekat,” ujar Nur Laila.
Meski demikian, ia menyebutkan masih terdapat tantangan dalam meningkatkan partisipasi masyarakat usia produktif, khususnya laki-laki berusia 15–49 tahun yang sibuk bekerja.
Selain itu, faktor psikologis seperti rasa takut terhadap jarum suntik juga menjadi kendala tersendiri.
Sebagai solusi ke depan, pihak Puskesmas berencana mengatur jadwal pelayanan khusus di luar jam kerja reguler agar kelompok pekerja tetap dapat mengakses layanan kesehatan secara optimal.
Kesuksesan kegiatan Posyandu ILP juga didukung penuh oleh para kader kesehatan desa, di antaranya Koridah, Jirehayu, dan Husnul Umah yang aktif membantu pelaksanaan Posyandu dan Posbindu.
Para kader melakukan berbagai upaya untuk mengajak masyarakat hadir, mulai dari pengumuman melalui pengeras suara masjid, penyampaian informasi dari mulut ke mulut, hingga memanfaatkan media digital seperti unggahan status WhatsApp.
“Layanan ini sangat diminati karena biayanya murah dan ada Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita,” ujar Husnul Umah.
Melalui kolaborasi antara tenaga medis, kader kesehatan, dan mahasiswa KKN Posko 8, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai langkah pencegahan penyakit sejak dini.
Program ILP pun diharapkan mampu mewujudkan prinsip bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti