Mahasiswa KKN UIN Walisongo Belajar Budaya Lokal Lewat Tradisi Sedekah Bumi Desa Ngelo Kulon

Tradisi Ngajatno dan pagelaran wayang menjadi daya tarik utama dalam rangkaian Sedekah Bumi Desa Ngelo Kulon yang masih terus dilestarikan oleh masyarakat hingga saat ini.

Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 13 turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Sedekah Bumi di Desa Ngelo Kulon, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Minggu (10/5/2026).

Tradisi tahunan tersebut digelar sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil bumi dan keberkahan yang diberikan Allah SWT.

Kegiatan Sedekah Bumi berlangsung meriah dan melibatkan antusiasme tinggi dari masyarakat setempat.

Mahasiswa KKN bersama warga turut membantu persiapan acara sejak sehari sebelum pelaksanaan.

Warga bergotong royong menyiapkan sekitar 600 berkat yang nantinya dibagikan kepada perangkat desa dan masyarakat sekitar.

Suasana kebersamaan terlihat kuat selama proses persiapan.

Pada malam harinya, masyarakat melaksanakan doa bersama di kediaman kepala desa yang dilanjutkan dengan ziarah dan doa bersama di makam leluhur Desa Ngelo Kulon sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu desa.

Rangkaian acara pada hari pelaksanaan diawali dengan doa bersama para panjak wayang sebelum dimulainya pagelaran wayang golek yang berlangsung hingga sore hari.

Salah satu tradisi khas dalam Sedekah Bumi Desa Ngelo Kulon adalah adat “Ngajatno” yang masih dilestarikan hingga saat ini.

Kepala Desa Ngelo Kulon menjelaskan bahwa tradisi Ngajatno merupakan simbol kebersamaan dan rasa syukur masyarakat desa.

Dalam tradisi tersebut, setiap warga membawa nasi dan lauk dari rumah masing-masing untuk kemudian ditukar sebagian dengan nasi hasil masakan bersama sebelum dibagikan kepada para pedagang di sekitar lokasi acara.

“Tradisi ini menjadi bentuk sedekah dari hasil bumi sekaligus simbol saling berbagi antarwarga,” ujarnya.

Memasuki malam hari setelah salat Isya, kegiatan dilanjutkan dengan hiburan campursari yang disambut antusias masyarakat. Puncak acara ditutup dengan pagelaran wayang kulit yang berlangsung hingga dini hari.

Salah satu mahasiswa KKN Posko 13 yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui keterlibatannya dalam tradisi tersebut.

“Saya merasa kagum melihat bagaimana masyarakat masih menjaga tradisi sedekah bumi dengan penuh kebersamaan dan kekompakan. Ini menjadi pengalaman budaya yang sangat berharga bagi saya,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan dalam kegiatan Sedekah Bumi ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo tidak hanya membantu jalannya acara, tetapi juga belajar memahami dan ikut melestarikan budaya lokal yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Ngelo Kulon.

Penulis: Tim mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN