Demak, JatengNews.id– Permasalahan limbah pertanian berupa sekam padi di Desa Ngelo Wetan mulai mendapat solusi inovatif melalui kegiatan pelatihan pembuatan briket yang digelar oleh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 86 Posko 02 UIN Walisongo Semarang, Minggu (17/5/2026).
Kegiatan bertema “Pengelolaan Limbah Pertanian: Mengelola Limbah, Menjaga Lingkungan, Meningkatkan Hasil Pertanian” tersebut berlangsung di Balai Desa Ngelo Wetan.
Diikuti puluhan warga, khususnya ibu-ibu PKK yang antusias mempelajari cara mengolah limbah sekam padi menjadi produk bernilai ekonomis.
Penanggung jawab kegiatan, Reza Adnan, menjelaskan bahwa pelatihan ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya limbah sekam padi pasca panen yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Desa Ngelo Wetan memiliki potensi pertanian yang besar, namun limbah sekam padi masih sering dibakar atau ditumpuk begitu saja sehingga memicu polusi udara. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan solusi yang ramah lingkungan sekaligus memiliki nilai jual,” ujar Reza saat kegiatan berlangsung.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memberikan edukasi sekaligus praktik langsung pembuatan briket sekam padi.
Proses yang diajarkan meliputi tahap pengarangan sekam, pencampuran dengan perekat tepung kanji, pencetakan, hingga proses penjemuran.
Menurut Reza, briket sekam padi memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya api yang lebih stabil, minim asap, serta dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif untuk kebutuhan rumah tangga maupun peluang usaha mikro masyarakat desa.
“Proses pembuatannya cukup mudah dan biaya produksinya juga terjangkau. Kami berharap warga dapat mengembangkan briket ini menjadi produk usaha yang bernilai ekonomi,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa setempat. Kepala Desa Ngelo Wetan, Ibu Ririn Vitriasari, S.E., menyampaikan dukungannya terhadap program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang.
Pelatihan pembuatan briket sekam padi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam pengelolaan limbah pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan limbah lokal menjadi produk bernilai jual.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti



