SEMARANG, Jatengnews.id – Kondisi pesisir Pantai Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dinilai semakin rentan akibat abrasi dan rob yang terus terjadi. Jarak antara garis pantai dengan kawasan permukiman warga pun semakin menyempit sehingga dibutuhkan upaya perlindungan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Perwakilan LindungiHutan, Amirul Ihsan, mengatakan kawasan Mangunharjo Semarang menjadi salah satu lokasi yang terus mendapat perhatian karena mengalami tekanan cukup besar akibat perubahan garis pantai.
“Kalau melihat kondisi sekarang, jarak antara pantai dengan daratan sudah semakin dekat. Karena itu kawasan ini membutuhkan benteng alami agar abrasi tidak terus menggerus daratan,” ujar Amirul di sela kegiatan penanaman mangrove di Pantai Mangunharjo kepada Jatengnews.id, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap penanaman mangrove bertujuan mencegah rob. Padahal, fungsi utama mangrove adalah menahan abrasi sehingga garis pantai tidak semakin terkikis.
“Mangrove bukan untuk menghentikan rob, tetapi memperlambat abrasi. Kalau abrasi terus terjadi tanpa ada perlindungan, garis pantai akan semakin mundur dan permukiman warga menjadi semakin terancam,” jelasnya.
Ai panggilan akrabnya menjelaskan, LindungiHutan telah mendampingi rehabilitasi mangrove di Mangunharjo sejak 2017 melalui kemitraan dengan Kelompok Mangrove Lestari yang dipimpin Sururi, penerima penghargaan Kalpataru. Bersama masyarakat, ribuan mangrove telah ditanam secara bertahap untuk memulihkan kawasan pesisir.
Pada kesempatan tersebut, LindungiHutan bersama BAF kembali menanam 7.000 bibit mangrove. Sejak menjalin kolaborasi pada 2022, BAF bersama LindungiHutan telah berkontribusi menanam sekitar 83.300 pohon di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Pulau Jawa, Bali hingga Kalimantan.
Selain melindungi garis pantai, Ai mengatakan mangrove juga memiliki manfaat ekologis dan ekonomi. Hutan mangrove menjadi habitat atau nursery ground bagi berbagai biota laut seperti ikan, udang, dan kepiting yang pada akhirnya mendukung mata pencaharian nelayan.
“Hasilnya memang tidak bisa dirasakan dalam waktu singkat. Namun ketika mangrove tumbuh, kawasan pesisir akan lebih terlindungi dan ekosistem laut perlahan pulih. Dampaknya juga dirasakan masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil laut,” katanya.
Ia menambahkan, perubahan garis pantai di Mangunharjo dapat terlihat dari dokumentasi citra satelit dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, tanpa upaya rehabilitasi mangrove, abrasi diperkirakan akan berlangsung lebih cepat dan mengancam kawasan permukiman warga.
“Kalau melihat foto satelit dari tahun ke tahun, perubahan garis pantai cukup jelas. Mangrove memang tidak menghentikan abrasi sepenuhnya, tetapi dapat memperlambat laju pengikisan pantai sehingga menjadi benteng alami bagi wilayah pesisir,” pungkasnya. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


