KARANGANYAR, Jatengnews.id – Upaya membuka peluang kerja sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat terus dilakukan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karanganyar.
Berkolaborasi dengan Polres Karanganyar dan lembaga pelatihan berizin, Baznas menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dasar Satuan Pengamanan (Satpam) bagi masyarakat.
Pelatihan yang diikuti 50 peserta tersebut resmi dibuka di Lapangan Desa Jati, Kecamatan Jaten, Rabu (3/6/2026). Kegiatan ini dihadiri Kasubdit Binsatpam Polsus Ditbinmas Polda Jawa Tengah AKBP Meyta Taliu, Kasibinlat Binpolsus Ditbinmas Polda Jawa Tengah Kompol Rahma, serta jajaran Polres Karanganyar.
Kasat Binmas Polres Karanganyar AKP Sugiyanto mengatakan, program pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jasa pengamanan sekaligus membantu masyarakat memperoleh pekerjaan.
Menurutnya, hasil dari dua angkatan sebelumnya menunjukkan program tersebut mampu memberikan dampak nyata. Sebagian besar peserta yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan Satpam berhasil mendapatkan pekerjaan berbekal sertifikat kompetensi yang dimiliki.
“Alhamdulillah, dari dua angkatan sebelumnya sebagian besar peserta sudah bekerja setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan Satpam. Sertifikat kompetensi yang mereka peroleh menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan,” ujarnya.
Tingginya minat masyarakat terhadap program tersebut juga terlihat dari jumlah peserta yang terus meningkat. Jika pada angkatan pertama dan kedua masing-masing diikuti 30 peserta, kali ini jumlahnya bertambah menjadi 50 orang.
Selama sembilan hari pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai materi, mulai dari bela diri dasar, teknik penjagaan dan pengamanan, pembinaan kepribadian, disiplin, etika profesi, hingga pelayanan kepada masyarakat. Seluruh materi disusun sesuai Peraturan Kepolisian Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.
“Pelatihan ini bertujuan mencetak tenaga Satpam yang memiliki kompetensi sesuai standar dan siap bekerja secara profesional,” jelas AKP Sugiyanto.
Sementara itu, Ketua Baznas Karanganyar Khafindi menuturkan bahwa pelatihan Satpam merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang dibiayai melalui dana zakat, infak, dan sedekah. Seluruh biaya pendidikan ditanggung Baznas dengan alokasi anggaran sekitar Rp3,5 juta untuk setiap peserta.
Khafindi menegaskan, pemanfaatan dana zakat tidak hanya diberikan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan keterampilan kerja.
“Harapannya peserta memiliki bekal kompetensi yang dapat digunakan untuk mendapatkan pekerjaan sehingga manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh peserta maupun keluarganya,” katanya.
Selain pelatihan Satpam, Baznas Karanganyar juga menjalankan berbagai program pemberdayaan lainnya, seperti pelatihan montir, barbershop, digital marketing, hingga pengembangan usaha kopi.
Peserta yang berhasil menyelesaikan pelatihan nantinya akan memperoleh sertifikat kompetensi dan diprioritaskan untuk mengisi kebutuhan tenaga pengamanan di berbagai perusahaan maupun pabrik di wilayah Karanganyar dan sekitarnya.
Melalui program tersebut, Baznas dan Polri berharap pelatihan Satpam dapat menjadi jembatan antara peningkatan keterampilan masyarakat dengan kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha, sehingga mampu menciptakan lebih banyak kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penulis : Iwan Iswanda
Editor : Alif Nazzala Rizqi
