Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Desa Bantengmati Gelar Edukasi Kesehatan Interaktif di Sekolah

KKN UIN Walisongo Desa Bantengmati Gelar Edukasi Kesehatan Interaktif di Sekolah

Mahasiswa KKN UIN Walisongo memberikan edukasi cuci tangan, perlindungan diri, bahaya merokok, dan kesehatan reproduksi kepada siswa TK dan SD di Desa Bantengmati.

edukasi kesehatan KKN UIN WS
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang memberikan edukasi kesehatan kepada siswa TK dan SD di Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Senin (11/5/2026)(Foto: Dok KKN)

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar rangkaian edukasi kesehatan interaktif bagi siswa tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD) di Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, sepanjang Mei 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan anak sejak dini agar terbentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Mengusung tema “Peningkatan Literasi Kesehatan di Kalangan Siswa”, program tersebut menyasar berbagai kelompok usia dengan materi yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan perkembangan anak.

Edukasi kesehatan dinilai penting karena menjadi salah satu langkah preventif untuk mencegah berbagai penyakit sekaligus membangun kesadaran menjaga kesehatan sejak usia sekolah.

Program edukasi kesehatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN UIN Walisongo terbagi ke dalam tiga fokus utama, yaitu edukasi cuci tangan pakai sabun, edukasi perlindungan diri melalui program “Kenali Tubuhku”, serta edukasi bahaya merokok dan kesehatan reproduksi remaja.

Kegiatan pertama berupa edukasi Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) di TK Eka Kapti Jaya. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajarkan enam langkah cuci tangan yang benar sesuai standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Materi disampaikan melalui metode bernyanyi, simulasi interaktif menggunakan sabun, dan praktik langsung agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Selain belajar menjaga kebersihan tangan, peserta juga mengikuti kegiatan makan bersama sebagai bentuk pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini.

Program berikutnya adalah edukasi “Kenali Tubuhku” yang ditujukan bagi siswa kelas 1, 2, dan 3 sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap di dua sekolah dasar pada 16 dan 19 Mei 2026.

Melalui edukasi tersebut, siswa diajak mengenali anggota tubuh, memahami batasan diri, serta mengetahui area tubuh pribadi yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Materi diberikan sebagai langkah pencegahan dini terhadap kekerasan seksual pada anak.

Untuk meningkatkan pemahaman peserta, mahasiswa KKN menggunakan metode edukasi yang komunikatif melalui gerak dan lagu bertema “Ini Area Privasiku”. Pendekatan tersebut membuat siswa lebih mudah memahami materi sekaligus mengikuti kegiatan dengan antusias.

Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 mendapatkan edukasi mengenai bahaya merokok dan kesehatan reproduksi remaja. Kegiatan dilaksanakan pada 16 dan 19 Mei 2026 dengan pendekatan yang disesuaikan berdasarkan kebutuhan peserta.

Siswa laki-laki memperoleh materi mengenai dampak negatif merokok, kandungan zat adiktif dalam rokok, serta risiko kesehatan yang dapat ditimbulkan. Untuk memudahkan pemahaman, mahasiswa KKN juga menggunakan alat peraga sebagai media pembelajaran.

Di sisi lain, siswa perempuan mendapatkan edukasi kesehatan reproduksi yang mencakup pemahaman tentang masa pubertas, siklus menstruasi, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.

Kepala TK Eka Kapti Jaya, Mudhoifah, mengapresiasi kegiatan edukasi cuci tangan yang diberikan kepada peserta didik usia dini.

“Dengan adanya kegiatan tersebut dapat memberikan informasi kepada anak-anak dan membantu mereka mengetahui cara cuci tangan yang benar. Kemudian anak dapat mengaplikasikan cara cuci tangan yang benar baik di sekolah maupun di rumah,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala SD Negeri Bantengmati 1, Atmawati, menilai edukasi kesehatan yang diberikan mahasiswa KKN sangat relevan bagi siswa yang sedang memasuki masa remaja.

“Anak-anak usia menjelang remaja memang perlu diberikan informasi mengenai bahaya merokok serta kesehatan reproduksi agar mereka memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan diri,” tuturnya.

Melalui rangkaian program edukasi kesehatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap literasi kesehatan yang ditanamkan kepada siswa tidak hanya menjadi pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, generasi muda di Desa Bantengmati dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Exit mobile version