Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Gelar Edukasi Gizi dan Stop Pernikahan Dini di Desa...

KKN UIN Walisongo Gelar Edukasi Gizi dan Stop Pernikahan Dini di Desa Bantengmati

Mahasiswa KKN UIN Walisongo mengedukasi ibu-ibu dan remaja tentang pemenuhan gizi seimbang serta bahaya pernikahan dini sebagai upaya menekan angka stunting di Desa Bantengmati.

KKN UIN WS Edukasi gizi
Foto bersama mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang bersama ibu-ibu dan remaja usai edukasi pemenuhan gizi dan sosialisasi stop pernikahan dini di Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, Jumat (8/5/2026) (Foto: Dok KKN)

Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar program edukasi pemenuhan gizi dan sosialisasi stop pernikahan dini sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Bantengmati, Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak.

Kegiatan yang melibatkan ibu-ibu dan remaja usia 13–15 tahun tersebut berlangsung selama dua hari, Jumat (8/5/2026) hingga Sabtu (9/5/2026).

Bertempat di Aula Balai Desa Bantengmati, program ini menjadi langkah preventif untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai faktor-faktor penyebab stunting sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesehatan sejak usia remaja hingga masa kehamilan.

Pada hari pertama, mahasiswa KKN mengadakan edukasi pemenuhan gizi yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Dahlia.

Materi yang disampaikan meliputi pentingnya pemenuhan gizi bagi ibu hamil, bayi bawah dua tahun (baduta), dan balita sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Selain penyampaian materi, peserta juga mengikuti demonstrasi “Isi Piringku” yang memperkenalkan konsep gizi seimbang.

Dalam kegiatan tersebut, para ibu diajak menyusun menu makanan sesuai kebutuhan nutrisi harian dengan porsi yang tepat.

Kegiatan berlanjut pada hari kedua melalui sosialisasi stop pernikahan dini yang dilaksanakan bersamaan dengan Posyandu Remaja.

Sosialisasi ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada remaja mengenai dampak pernikahan usia dini terhadap kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan keluarga di masa depan.

Untuk meningkatkan partisipasi peserta, mahasiswa KKN juga membuka sesi diskusi interaktif sehingga materi dapat dipahami dengan lebih mudah dan menyenangkan oleh para remaja.

Program kolaboratif pencegahan stunting ini merupakan bagian dari program kerja Divisi Kesehatan Lingkungan KKN UIN Walisongo Posko 10 Desa Bantengmati.

Salah satu anggota KKN Posko 10, Memey, menilai kegiatan tersebut penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada masyarakat mengenai upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Karena untuk keberlanjutan kehidupan anak-anak, sosialisasi pencegahan stunting ini dapat menambah wawasan masyarakat mengenai faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya stunting, terutama pada ibu,” ujarnya.

Sementara itu, penanggung jawab kegiatan, Diyah, berharap program tersebut mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap isu stunting yang masih menjadi tantangan kesehatan di berbagai daerah.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini, masyarakat menjadi lebih sadar terhadap kasus stunting, terutama para ibu agar lebih memperhatikan asupan gizi dan kesehatan anak-anaknya,” katanya.

Melalui edukasi gizi dan sosialisasi stop pernikahan dini ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo berharap kesadaran masyarakat Desa Bantengmati mengenai pencegahan stunting dapat terus meningkat.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, upaya menekan angka stunting hingga mencapai target zero stunting di Desa Bantengmati diharapkan dapat terwujud.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti

Exit mobile version