Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang menggelar sosialisasi anti bullying bertema “Stop Bullying, Jadilah Teman yang Baik” di SDN 2 Bantengmati, Desa Bantengmati, Kabupaten Demak, Senin (18/5/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya bullying serta pentingnya membangun lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Sosialisasi diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6 SDN 2 Bantengmati. Kegiatan diawali dengan pembukaan, doa bersama, serta ice breaking yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan meningkatkan antusiasme peserta.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN mengajak siswa mengikuti aktivitas meremas kertas sebagai simbol hati yang terluka akibat tindakan bullying.
Melalui simulasi sederhana ini, siswa diajak memahami bahwa perkataan maupun tindakan yang menyakiti orang lain dapat meninggalkan luka yang sulit dihilangkan meskipun telah disertai permintaan maaf.
Selanjutnya, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian bullying, berbagai bentuk bullying seperti bullying fisik, verbal, dan cyber bullying, serta dampak negatif yang dapat dirasakan oleh korban maupun pelaku.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab sehingga siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.
Selain memberikan edukasi, mahasiswa KKN juga mengajak siswa untuk berani bersikap baik kepada teman, menghargai perbedaan, serta melaporkan kepada guru apabila menemukan tindakan bullying di lingkungan sekolah. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Salah satu pemateri, Anisa, menjelaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan menanamkan kesadaran sejak dini tentang pentingnya mencegah bullying di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bullying, dampaknya, serta cara mencegah dan mengatasinya. Harapannya, siswa dapat lebih menghargai teman dan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman bagi semua,” ujarnya.
Kepala SDN 2 Bantengmati menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai edukasi mengenai bullying sangat penting diberikan kepada siswa sekolah dasar.
“Dalam pergaulan anak-anak sering kali terdapat perilaku mengganggu atau mengejek teman yang awalnya dianggap bercanda, tetapi dapat berkembang menjadi tindakan yang menyakiti. Karena itu, edukasi seperti ini perlu terus diberikan agar siswa memahami batasan dalam berinteraksi dengan teman,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat membentuk karakter siswa yang lebih baik dan menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya etika dalam pergaulan sehari-hari.
“Harapan kami, anak-anak dapat menjadi pribadi yang lebih baik, saling menghargai, tidak lagi melakukan ejekan kepada teman, serta mampu bermain dan berinteraksi secara sehat,” tambahnya.
Program sosialisasi anti bullying ini merupakan bagian dari rangkaian program kerja mahasiswa KKN UIN Walisongo di Desa Bantengmati dalam mendukung terwujudnya sekolah ramah anak dan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat menerapkan sikap empati, peduli, dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta budaya sekolah yang positif dan kondusif.
Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. Dian Pramesti


