SEMARANG, Jatengnews.id – Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Jalan Pahlawan, Senin (15/6/2026).
Massa aksi memusatkan demonstrasi di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dan DPRD Jawa Tengah.
Aksi tersebut digelar oleh Aliansi BEM Semarang Raya melalui gerakan bertajuk PANTURA (Panca Tuntutan Rakyat) dan diikuti aksi bertema “Reformasi Jilid II” yang digagas BEM-KM Unissula.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ribuan mahasiswa mulai memadati kawasan Jalan Pahlawan sekitar pukul 16.00 WIB. Sebelumnya, massa juga menggelar aksi di depan Balai Kota Semarang sejak pukul 15.30 WIB.
Sejumlah spanduk dan poster turut dibentangkan dalam aksi tersebut. Salah satunya bertuliskan, “Prabowo Bukan Raja, Rakyat Bukan Budak”.
Koordinator aksi Aliansi BEM Semarang Raya, Kevin, mengatakan gerakan PANTURA merupakan bentuk penyampaian aspirasi sekaligus sikap kritis mahasiswa terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin dirasakan masyarakat.
“Aksi ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan tata kelola pemerintahan yang saat ini dinilai menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.
Menurutnya, mahasiswa menyoroti sejumlah isu, mulai dari kenaikan biaya hidup, ketidakstabilan ekonomi, persoalan agraria, hingga berbagai kebijakan yang dianggap belum sepenuhnya berpihak kepada rakyat.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan lima tuntutan utama, yaitu:
Menurunkan harga BBM dan menstabilkan nilai tukar rupiah.
Mengembalikan TNI dan Polri pada fungsi utama.
Melakukan evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat.
Menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di pemerintahan.
Sementara itu, BEM-KM Unissula menyatakan aksi yang mereka lakukan mengusung tema “Reformasi Jilid II” sebagai bentuk dorongan terhadap perbaikan tata kelola pemerintahan dan kebijakan publik.
Koordinator BEM-KM Unissula, Mugalih, menyampaikan bahwa terdapat dua agenda demonstrasi mahasiswa yang berlangsung pada hari yang sama. Karena itu, aparat kepolisian melakukan pengamanan dan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik, terutama di kawasan Jalan Pahlawan yang menjadi pusat konsentrasi massa.
Situasi sempat memanas sekitar pukul 16.26 WIB saat massa melakukan pembakaran ban di lokasi aksi. Beberapa menit kemudian, sekitar pukul 16.38 WIB, aparat kepolisian berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Upaya pemadaman tersebut sempat memicu ketegangan antara massa aksi dan aparat sehingga terjadi kericuhan kecil yang disertai kepulan asap tebal di sekitar lokasi demonstrasi.
Hingga berita ini diterbitkan, massa aksi masih bertahan di kawasan Jalan Pahlawan dan terus menyampaikan orasi secara bergantian.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N


