Beranda Ekonomi BI Jateng Perkuat Ekosistem Keuangan Inklusif Lewat QRIS dan BI-FAST

BI Jateng Perkuat Ekosistem Keuangan Inklusif Lewat QRIS dan BI-FAST

BI Jawa Tengah berharap digitalisasi pembayaran dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Ilustrasi QRIS. (Foto : Dokumen)
Ilustrasi QRIS. (Foto : Dokumen)

SEMARANG, Jatengnews.id – Bank Indonesia (BI) Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk mendukung percepatan akses keuangan dan penguatan ekosistem keuangan yang inklusif serta berkelanjutan di daerah.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Noor Nugroho, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) dan Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) se-Jawa Tengah Tahun 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (18/6/2026).

Menurut Noor, BI terus mendorong perluasan sistem pembayaran digital guna meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Upaya tersebut dilakukan melalui pengembangan transaksi digital menggunakan QRIS dan BI-FAST yang kini semakin luas dimanfaatkan masyarakat.

“Kami akan terus bekerja sama dan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah serta OJK untuk meningkatkan akselerasi ekosistem keuangan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Noor.

Ia menjelaskan, digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas inklusi keuangan karena mampu menjangkau masyarakat hingga ke daerah yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses layanan perbankan.

Selain mempermudah transaksi masyarakat, pemanfaatan QRIS dan BI-FAST juga mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi digital yang lebih modern dan efisien.

Penguatan ekosistem keuangan inklusif tersebut menjadi bagian dari upaya bersama antara BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperluas akses layanan keuangan yang aman, legal, dan produktif bagi masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, berbagai capaian program inklusi keuangan di Jawa Tengah turut dipaparkan. Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) telah menjangkau sekitar 7 juta peserta melalui lebih dari 4.000 kegiatan literasi dan inklusi keuangan.

Sementara itu, Program Ayo Jateng Menabung berhasil mencatat 8,6 juta rekening pelajar dengan total simpanan mencapai Rp1,8 triliun. Adapun penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah mencapai Rp48,73 triliun kepada lebih dari 1,17 juta debitur di Jawa Tengah.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, BI Jawa Tengah berharap digitalisasi pembayaran dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.

Penulis   : Alif Nazzala Rizqi

Editor      : Jaka Nuswantara

Exit mobile version