Beranda Daerah Formaska Dorong Pemkab Karanganyar Prioritaskan Kontraktor Lokal dalam Proyek Infrastruktur

Formaska Dorong Pemkab Karanganyar Prioritaskan Kontraktor Lokal dalam Proyek Infrastruktur

Riyadi menilai sejumlah persoalan pada proyek sebelumnya, termasuk pembangunan Masjid Agung Karanganyar yang masih menyisakan berbagai permasalahan, harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang

Muhammad Riyadi, Ketua Formaska. (Foto : Iwan)
Muhammad Riyadi, Ketua Formaska. (Foto : Iwan)

KARANGANYAR, Jatengnews.id — Forum Masyarakat Karanganyar (Formaska) meminta Pemerintah Kabupaten Karanganyar memprioritaskan pengusaha dan kontraktor lokal dalam pelaksanaan proyek pembangunan infrastruktur yang kini mulai memasuki tahap lelang melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE).

Ketua Formaska Muhammad Riyadi mengatakan, sedikitnya 10 paket pekerjaan infrastruktur saat ini telah masuk proses lelang. Tahapan penawaran disebut telah dibuka sejak 12 Juni 2026.

Menurut Riyadi, keberpihakan terhadap kontraktor lokal penting dilakukan karena dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat Karanganyar, sekaligus meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pajak.

“Jangan sampai pemenang lelang justru didominasi kontraktor dari luar Karanganyar. Pengalaman sebelumnya menunjukkan beberapa proyek yang dikerjakan pihak luar hasilnya tidak maksimal, bahkan ada yang ditinggalkan,” kata Riyadi kepada wartawan, Rabu (24/6/2026).

Formaska menyoroti sejumlah proyek yang dinilai perlu menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah, di antaranya pembangunan Masjid Agung Karanganyar, proyek di Kecamatan Kebakkramat, serta Pasar Matesih.

Menurutnya, persoalan yang terjadi pada proyek-proyek tersebut harus menjadi pertimbangan sebelum pemerintah menetapkan pemenang lelang pekerjaan infrastruktur berikutnya.

Selain meminta keberpihakan terhadap kontraktor lokal, Formaska juga menekankan pentingnya proses verifikasi lapangan dalam pengadaan proyek pemerintah. Mereka menilai pemeriksaan administrasi saja belum cukup untuk memastikan kesiapan perusahaan pelaksana.

“Administrasi memang penting, tetapi yang paling utama adalah verifikasi lapangan. Dari sana bisa diketahui apakah perusahaan benar-benar memiliki kantor, peralatan, tenaga kerja, dan kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan,” tegasnya.

Formaska juga mengingatkan agar pemerintah tidak hanya mempertimbangkan penawaran harga terendah dalam menentukan pemenang lelang. Aspek kemampuan teknis dan kesiapan pelaksanaan pekerjaan, menurut mereka, harus menjadi pertimbangan utama.

Mereka turut meminta tim pengawas proyek bekerja secara profesional agar pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah benar-benar berkualitas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Riyadi menilai sejumlah persoalan pada proyek sebelumnya, termasuk pembangunan Masjid Agung Karanganyar yang masih menyisakan berbagai permasalahan, harus menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami berharap Bupati Karanganyar, panitia lelang, tim verifikasi lapangan, dan tim pengawas benar-benar melakukan evaluasi terhadap pengalaman masa lalu agar tidak terulang kembali pada proyek pembangunan tahun ini,” tandasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor     : Alif Nazzala Rizqi

Exit mobile version