Beranda Daerah Kepala SDN Wonodri Sebut Perubahan Demografi Jadi Penyebab Sekolah Sepi Peminat

Kepala SDN Wonodri Sebut Perubahan Demografi Jadi Penyebab Sekolah Sepi Peminat

Hingga penutupan gelombang lanjutan, SDN Wonodri hanya menerima delapan siswa baru. Jumlah itu bertambah tiga siswa dibanding gelombang pertama yang hanya memperoleh lima pendaftar.

Kepala SDN Wonodri, Siti Markamah.(Foto: Dok)
Kepala SDN Wonodri, Siti Markamah.(Foto: Dok)

SEMARANG, Jatengnews.id – Jumlah peserta didik baru di SDN Wonodri, Kota Semarang, memang bertambah setelah Dinas Pendidikan membuka gelombang lanjutan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Namun, tambahan tersebut belum mampu mendongkrak jumlah siswa secara signifikan.

Hingga penutupan gelombang lanjutan, SDN Wonodri hanya menerima delapan siswa baru. Jumlah itu bertambah tiga siswa dibanding gelombang pertama yang hanya memperoleh lima pendaftar.

Kepala SDN Wonodri, Siti Markamah mengungkapkan, minimnya jumlah pendaftar dipengaruhi perubahan kondisi demografi di lingkungan sekitar sekolah.

“Kalau saya melihat faktor utamanya karena domisili. Warga di sekitar sini kebanyakan sudah tidak berada pada usia produktif sehingga jumlah anak usia sekolah dasar semakin sedikit,” ungkapnya saat ditemui awakmedia, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, banyak keluarga muda kini memilih tinggal di kawasan pinggiran Kota Semarang atau daerah penyangga yang menawarkan perumahan dengan harga lebih terjangkau.

“Yang usia produktif kebanyakan memilih membeli rumah di wilayah pinggir, seperti Banyumanik dan daerah lainnya. Sementara di sekitar sini juga banyak kos mahasiswa sehingga memang jumlah anak usia SD tidak sebanyak dulu,” katanya.

Padahal pada SPMB tahun sebelumnya, SDN Wonodri masih mampu menerima sekitar 16 hingga 17 siswa baru.

“Tahun kemarin masih lumayan, dapat sekitar 16 sampai 17 siswa. Dibanding sekolah sekitar kami juga masih cukup baik. Tahun ini memang di luar perkiraan,” ucapnya.

Siti menilai fenomena tersebut tidak hanya dialami sekolahnya. Menurutnya, sejumlah SD negeri di kawasan pusat Kota Semarang juga mengalami penurunan jumlah peminat.

“Kelihatannya bukan hanya kami. Sekolah-sekolah di daerah Peterongan dan sekitar sini juga banyak yang kuotanya belum terpenuhi,” jelasnya.

Meski hanya menerima delapan siswa baru, ia memastikan proses pembelajaran tetap berjalan normal. Bahkan, menurutnya jumlah siswa yang lebih sedikit memungkinkan guru memberikan perhatian lebih kepada setiap anak.

“Pelayanan kami tetap maksimal. Justru kalau siswanya sedikit, anak-anak bisa lebih diperhatikan. Guru-guru kami juga profesional sehingga kualitas pembelajaran tetap menjadi prioritas,” katanya.

Sebagai bahan evaluasi, SDN Wonodri akan memperkuat promosi kepada masyarakat menjelang penerimaan siswa tahun depan. Selama ini sekolah telah melakukan berbagai upaya, mulai dari berkunjung ke taman kanak-kanak (TK) hingga menggelar lomba mewarnai untuk menarik minat calon peserta didik.

“Kami sudah melakukan sosialisasi ke TK-TK. Tahun-tahun sebelumnya juga mengadakan lomba mewarnai. Tahun depan tentu akan kami evaluasi lagi agar programnya lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Siti menegaskan, sekolah yang dipimpinnya tetap memiliki berbagai program unggulan untuk mendukung perkembangan siswa.

Di antaranya program pembiasaan karakter setiap hari sekolah, mulai dari Senin Nasionalis, Selasa Religius, Rabu Bakat, Kamis Literasi dan Numerasi, hingga kegiatan Jumat Sehat.

Selain itu, SDN Wonodri juga memiliki sejumlah kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, tari, kriya, komputer, baca tulis Al-Qur’an (BTA), dan senam.

Bahkan, ekstrakurikuler kriya berhasil mengantarkan sekolah meraih juara pertama tingkat kecamatan dan mewakili lomba tingkat Kota Semarang pada tahun lalu.

“Prestasi kami juga cukup banyak, mulai dari kriya, Pramuka, tilawah sampai mata pelajaran. Itu menjadi motivasi kami untuk terus meningkatkan kualitas sekolah,” katanya.

Saat ini SDN Wonodri memiliki total 87 siswa dari kelas I hingga kelas VI. Meski jumlah siswa baru masih jauh dari kuota satu rombongan belajar yang mencapai 28 anak, pihak sekolah masih membuka peluang apabila ada calon peserta didik yang ingin mendaftar.

“Kalau memang masih ada yang belum mendapatkan sekolah, kami masih menerima. Harapannya tentu jumlah siswa bisa terus bertambah,” tandasnya.

Saat ini, Jatengnews.id masih berupaya meminta kepada Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk mendapatkan detail data terbaru perihal angka pendaftar siswa SD Negeri di Kota Semarang, setelah dilakukan gelombang lanjutan.
Penulis : M Kamal
Editor : Jaka N

Exit mobile version