Mahasiswa USM Perkuat Promosi Kampung Batik Semarang di Era Digital

Kampanye yang berlangsung pada 25 Juni 2026 ini menyasar Kampung Batik Semarang, satu-satunya kampung batik yang masih bertahan di Kota Semarang

SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kampanye digital bertajuk Cakrabuana sebagai implementasi mata kuliah Relasi Internal dan Eksternal yang diampu oleh Arif Hidayat, S.I.Kom., M.I.Kom.

Kampanye yang berlangsung pada 25 Juni 2026 ini menyasar Kampung Batik Semarang, satu-satunya kampung batik yang masih bertahan di Kota Semarang.

Ketua Kampanye Cakrabuana, Salma Alya Wibowo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat sekaligus memperluas eksistensi Kampung Batik Semarang di ranah digital agar semakin dikenal masyarakat luas.

“Kami ingin lebih banyak orang mengetahui bahwa Semarang memiliki Kampung Batik yang masih hidup dan terus berkembang. Melalui kampanye ini, kami berupaya menjadi jembatan antara komunitas Kampung Batik dengan masyarakat yang lebih luas,” ujarnya.

Pengelola Kampung Batik Semarang, Luwiyanto, menyambut positif kehadiran tim Cakrabuana. Menurutnya, Kampung Batik Semarang telah lama membangun komunikasi yang kuat antarwarga melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus mengembangkan berbagai potensi kampung.

Ia menjelaskan, aktivitas dan pengembangan Kampung Batik Semarang sehari-hari juga banyak didukung oleh peran generasi muda. Mereka terlibat aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari membatik, menyelenggarakan workshop, hingga mengelola media sosial sebagai sarana promosi.

“Komunikasi antarwarga sangat penting untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga semangat dalam mengembangkan Kampung Batik Semarang,” kata Luwiyanto.

Selain memperkuat hubungan internal, Kampung Batik Semarang juga terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Luwiyanto mengungkapkan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Dinas Pariwisata Kota Semarang guna memperoleh pendampingan, wawasan, serta arah pengembangan destinasi wisata berbasis budaya tersebut.

“Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga Kampung Batik Semarang semakin dikenal masyarakat dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi warga,” pungkasnya. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN