
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam Amerta Rasa menggelar kampanye bertajuk “Taste the Heritage” sebagai upaya memperkenalkan sekaligus melestarikan makanan tradisional Indonesia kepada masyarakat.
Kegiatan ini berlangsung dalam dua kesempatan, yakni saat Car Free Day Simpang Lima Semarang pada 14 Juni 2026 dan Dies Natalis Universitas Semarang (USM) pada 21 Juni 2026.
Mengusung semangat Taste the Heritage, Amerta Rasa mengajak masyarakat dari berbagai kalangan untuk kembali mengenal kekayaan kuliner Nusantara melalui pengalaman yang edukatif, menyenangkan, dan interaktif.
Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran bahwa makanan tradisional merupakan bagian dari identitas budaya bangsa yang perlu dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, booth Amerta Rasa menyajikan beragam makanan tradisional Indonesia, seperti Centi Manis, Lemper, Arem-Arem, Kue Lumpur, Kue Cucur, Dadar Gulung, Kue Lapis, Kue Talam, hingga berbagai jajanan tradisional lainnya.
Setiap jenis makanan diperkenalkan kepada pengunjung melalui penjelasan mengenai nama, ciri khas, bahan utama, serta nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Untuk membuat proses edukasi lebih menarik, panitia menghadirkan dua permainan interaktif yang mendapat antusiasme tinggi dari para pengunjung.
Permainan pertama, Mystery Box, menantang peserta meraba makanan tradisional yang berada di dalam kotak tertutup tanpa melihat isinya. Setelah itu, peserta diminta menebak nama makanan tersebut. Mereka yang berhasil menjawab dengan benar berhak memperoleh hadiah berupa satu paket jajanan tradisional.
Permainan kedua, Cerdas Cermat Amerta Rasa, mengajak peserta menjawab pertanyaan seputar makanan tradisional Indonesia yang telah disiapkan dalam gulungan kertas. Peserta yang mampu menjawab dengan benar mendapatkan berbagai hadiah menarik, seperti tumbler, teko, dan berbagai suvenir lainnya. Melalui permainan ini, peserta tidak hanya berkesempatan memperoleh hadiah, tetapi juga menambah wawasan mengenai keberagaman kuliner Nusantara.
Sebagai bentuk partisipasi aktif masyarakat, Amerta Rasa juga menghadirkan Pojok Harapan Amerta Rasa. Melalui kegiatan ini, pengunjung dapat menuliskan kesan, pesan, maupun harapan terhadap Amerta Rasa serta pelestarian makanan tradisional Indonesia.
Seluruh harapan tersebut kemudian dikumpulkan sebagai simbol dukungan masyarakat terhadap keberlangsungan kuliner tradisional sebagai warisan budaya bangsa.
Selain itu, setiap pengunjung yang berpartisipasi juga menerima suvenir yang dikemas secara menarik. Pemberian kenang-kenangan tersebut diharapkan dapat meninggalkan kesan positif sekaligus mengingatkan peserta akan pentingnya mencintai dan melestarikan makanan tradisional Indonesia.
Selama pelaksanaan kegiatan, baik di Car Free Day Simpang Lima Semarang maupun Dies Natalis Universitas Semarang, booth Amerta Rasa mendapat respons yang sangat positif. Pengunjung dari berbagai kalangan usia tampak antusias mengikuti permainan, mencicipi aneka jajanan tradisional, serta berpartisipasi di Pojok Harapan Amerta Rasa.
Tingginya antusiasme tersebut menunjukkan bahwa penyampaian edukasi melalui konsep yang interaktif mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap pelestarian kuliner tradisional Indonesia.
Salah seorang peserta turut mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Ini langkah yang bagus untuk memperkenalkan budaya dalam bidang makanan kepada generasi muda saat ini. Semoga dengan adanya Amerta Rasa, makanan tradisional semakin dikenal, dilestarikan, bahkan dicintai oleh banyak orang,” ungkap salah satu peserta.
Melalui kampanye Taste the Heritage, Amerta Rasa berharap dapat terus menjadi wadah edukasi yang kreatif, inovatif, dan inspiratif dalam memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara.
Dengan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan, diharapkan semakin banyak masyarakat menyadari bahwa melestarikan makanan tradisional merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga identitas budaya Indonesia untuk generasi mendatang. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara