Beranda Otomotif Astra Motor Jateng Ungkap Cara Berkendara Hemat BBM, Ternyata Kunci Ada di...

Astra Motor Jateng Ungkap Cara Berkendara Hemat BBM, Ternyata Kunci Ada di Tangan Pengendara

Safety riding dan eco-riding sebenarnya berjalan beriringan. Ketika berkendara dilakukan dengan tenang, teratur, dan tidak agresif, mesin bekerja lebih efisien sehingga penggunaan BBM bisa ditekan

Pengendara Motor Matik & Manual. (Foto : Dok Honda)
Pengendara Motor Matik & Manual. (Foto : Dok Honda)

SEMARANG, Jatengnews.id – Kebiasaan berkendara menjadi salah satu faktor utama yang menentukan boros atau iritnya konsumsi bahan bakar sepeda motor.

Di tengah fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM), pengendara disarankan menerapkan teknik berkendara aman sekaligus hemat untuk menekan pengeluaran harian.

Senior Instruktur Safety Riding Astra Motor Jateng, Oke Desiyanto, mengatakan banyak pengendara masih menganggap efisiensi BBM hanya dipengaruhi oleh teknologi mesin. Padahal, cara membuka gas, menjaga kecepatan, hingga teknik pengereman memiliki pengaruh besar terhadap konsumsi bahan bakar.

“Safety riding dan eco-riding sebenarnya berjalan beriringan. Ketika berkendara dilakukan dengan tenang, teratur, dan tidak agresif, mesin bekerja lebih efisien sehingga penggunaan BBM bisa ditekan,” kata Oke.

Ia menjelaskan, salah satu kebiasaan yang perlu diubah adalah cara melakukan akselerasi. Pengendara disarankan menghindari tarikan gas secara mendadak karena membuat mesin bekerja lebih berat dan meningkatkan konsumsi bahan bakar.

Pada motor matik, akselerasi sebaiknya dilakukan secara halus dan bertahap. Sementara pada motor manual, perpindahan gigi perlu dilakukan pada waktu yang tepat agar putaran mesin tetap berada pada kondisi optimal.

Selain mengatur bukaan gas, pengendara juga perlu memanfaatkan momentum saat melambat. Oke menyebut pengereman mendadak yang diikuti akselerasi ulang menjadi salah satu penyebab BBM lebih cepat habis.

“Dengan menjaga jarak aman, pengendara bisa membaca kondisi jalan lebih awal. Saat melihat ada lampu merah atau kemacetan, gas bisa dilepas perlahan sehingga motor tidak perlu berhenti dan berakselerasi berulang kali,” jelasnya.

Oke juga mengingatkan kebiasaan menahan gas dan rem secara bersamaan pada motor matik saat kondisi macet. Menurutnya, cara tersebut tidak hanya membuat konsumsi BBM meningkat, tetapi juga berpotensi mempercepat keausan komponen CVT.

“Kalau harus berhenti, tutup gas dan gunakan rem. Saat mulai berjalan, lepaskan rem terlebih dahulu lalu buka gas secara halus,” ujarnya.

Selain teknik berkendara, kondisi kendaraan juga menjadi faktor penting. Tekanan angin ban yang kurang dapat meningkatkan hambatan putaran ban sehingga mesin membutuhkan tenaga lebih besar.

Pengendara juga diminta memperhatikan beban kendaraan karena muatan berlebih dapat meningkatkan kerja mesin dan berpengaruh terhadap konsumsi BBM.

Oke menegaskan, berkendara hemat bukan hanya berdampak pada pengeluaran bahan bakar, tetapi juga meningkatkan keselamatan dan menjaga usia komponen kendaraan.

“Berkendara dengan halus dan terencana bukan hanya membuat lebih irit, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan serta membuat motor lebih awet,” pungkasnya.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Exit mobile version