Mahesa UPGRIS Fokus Tingkatkan SDM Desa Kediten Lewat Program Pendidikan

Dalam suasana sejuk khas dataran tinggi, mahasiswa bersama pemerintah desa membahas potensi sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi Desa Kediten

KENDAL, Jatengnews.id — Kelompok mahasiswa Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) yang tergabung dalam program Mahasiswa Mengabdi Desa (Mahesa) bergerak cepat merealisasikan program kerja setelah mengikuti upacara penerjunan resmi.

Berdasarkan hasil diskusi bersama pemerintah desa, mahasiswa memutuskan untuk memfokuskan pengabdian pada penguatan sektor pendidikan, baik formal maupun nonformal, sebagai upaya menjawab berbagai tantangan sosial di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Upacara Penerjunan Mahesa tingkat Kecamatan Plantungan yang dihadiri Camat Plantungan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta para kepala desa lokasi pengabdian.

Selanjutnya, mahasiswa mengikuti upacara penerjunan internal di Balai Desa Kediten bersama perangkat desa dan DPL. Seluruh rangkaian penerjunan berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026.

Usai kegiatan tersebut, mahasiswa langsung melakukan pemetaan kondisi desa melalui diskusi bersama Kepala Desa Kediten, Rudiyanto. Pertemuan berlangsung di Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Kediten yang berada di kawasan wisata Tol Kayangan.

KDMP di Desa Kesiten Kecamatan Platungan Kabupaten Kendal.
Mahesa UPGRIS saay melakukan observasi keberadaan KDMP di Desa Kesiten Kecamatan Platungan Kabupaten Kendal. (Foto: UPGRIS)

Menariknya, koperasi ini disebut sebagai KDMP dengan lokasi tertinggi di Jawa Tengah, berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Dalam suasana sejuk khas dataran tinggi, mahasiswa bersama pemerintah desa membahas potensi sekaligus berbagai persoalan yang dihadapi Desa Kediten.

“Dengan adanya jalan Tol Kayangan ini saya punya keinginan untuk masa depan Kediten. Jalan ini bisa menjadi akses menuju Gunung Prau menggunakan sepeda motor sekaligus membuka peluang peningkatan perekonomian masyarakat,” ujar Rudiyanto.

Ia menjelaskan, Desa Kediten memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan karena berada di wilayah perbukitan dengan tanah yang subur serta udara yang sejuk.

Selain dikenal melalui destinasi wisata Tol Kayangan, desa ini juga merupakan salah satu sentra penghasil kopi arabika berkualitas. Beragam komoditas lain seperti bawang merah, tembakau, dan berbagai jenis sayuran juga menjadi sumber penghidupan utama masyarakat.

Potensi tersebut dinilai memiliki prospek besar untuk dikembangkan melalui hilirisasi produk maupun pemasaran digital sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian warga.

Namun, di balik kekayaan sumber daya alam tersebut, Desa Kediten masih menghadapi tantangan berupa akses wilayah yang cukup jauh dari pusat kota. Kondisi geografis ini diperparah dengan kualitas sumber daya manusia yang masih perlu ditingkatkan.

Rata-rata tingkat pendidikan masyarakat masih berada pada jenjang Sekolah Dasar (SD), sehingga peluang untuk berinovasi dan mengembangkan potensi desa menjadi terbatas.

Minimnya pengetahuan tentang kewirausahaan dan pengolahan hasil pertanian membuat sebagian besar komoditas masih dipasarkan dalam bentuk mentah. Akibatnya, nilai ekonomi dari hasil bumi yang melimpah belum dapat dimaksimalkan.

Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Mahesa UPGRIS menjadikan pendidikan sebagai fokus utama program pengabdian di Desa Kediten.

Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pendampingan, mahasiswa ingin menumbuhkan kembali semangat belajar masyarakat, terutama generasi muda yang tidak sempat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP, SMA, maupun perguruan tinggi.

Mahasiswa berharap dapat menanamkan pemahaman bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di bangku sekolah. Pengetahuan dan keterampilan dapat diperoleh dari berbagai tempat, selama ada kemauan untuk terus belajar dan berkembang.

Dengan semangat tersebut, diharapkan lahir generasi muda Desa Kediten yang mampu mengolah potensi daerahnya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat di masa depan. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN