Beranda Daerah Disdagperinaker Karanganyar Terima Lima Kontainer Sampah Bank Jateng

Disdagperinaker Karanganyar Terima Lima Kontainer Sampah Bank Jateng

Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar

Kepala Disdagperinnaker UMKM Agung Wahyu Utomo usai penyerahan bantuan kontainer sampah sumbangan Bank Jateng. (Foto:Iwan)
Kepala Disdagperinnaker UMKM Agung Wahyu Utomo usai penyerahan bantuan kontainer sampah sumbangan Bank Jateng. (Foto:Iwan)

KARANGANYAR, Jatengnews.id – Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disdagperinaker) UMKM Kabupaten Karanganyar menerima bantuan lima unit kontainer sampah dari Bank Jateng.

Bantuan tersebut akan digunakan untuk mendukung pengelolaan sampah di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/7/2026).

Kepala Disdagperinaker UMKM Kabupaten Karanganyar, Agung Wahyu Utomo, mengatakan lima kontainer tersebut akan dioperasikan secara bergantian untuk melayani seluruh pasar yang ada di wilayah Karanganyar.

“Kontainer ini sifatnya mobile. Sudah kami tempatkan untuk melayani semua pasar yang ada di Kabupaten Karanganyar,” ujarnya.

Agung menjelaskan, pengangkutan sampah akan dilakukan secara rutin sesuai dengan volume sampah di masing-masing pasar. Untuk pasar berukuran besar, pengangkutan dilakukan setiap hari, sedangkan pasar dengan volume sampah lebih sedikit akan dijadwalkan setiap dua hari sekali.

“Pasar besar sehari sekali diangkut. Pasar yang kecil, akumulasi sampahnya lebih sedikit sehingga bisa dua hari sekali. Yang jelas, kami jadwalkan secara rutin agar sampah tidak menumpuk,” katanya.

Menurut Agung, bantuan kontainer tersebut menjadi salah satu solusi dalam mengatasi persoalan penumpukan sampah yang sebelumnya sempat terjadi di kawasan Pasar Jongke.

“Ini salah satu upaya menyelesaikan persoalan sampah di Pasar Jongke kemarin. Dengan pengangkutan rutin setiap hari, harapannya tidak ada lagi penumpukan sampah,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh sampah yang terkumpul akan langsung diangkut sehingga tidak lagi menumpuk di area pasar.

Terkait masih adanya masyarakat yang membuang sampah rumah tangga ke tempat pembuangan di sekitar pasar, Agung mengaku pihaknya tidak dapat membedakan asal sampah yang dibuang.

“Kami tidak bisa menolak masyarakat yang membuang sampah di sana. Intinya, kami tidak membedakan apakah itu sampah pasar atau sampah dari masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana persoalan sampah itu bisa segera kami selesaikan,” tandasnya.

Penulis : Iwan Iswanda

Editor : Jaka N

Exit mobile version