
Rotasi 47 Pejabat, Wali Kota Agustina Perkuat Birokrasi demi Pelayanan Publik yang Lebih Cepat
SEMARANG, Jatengnews.id – Pemerintah Kota Semarang kembali melakukan penyegaran birokrasi melalui rotasi dan promosi puluhan pejabat.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas aparatur sipil negara (ASN) agar pelayanan publik semakin cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Sebanyak 47 pejabat administrator, pengawas, dan pimpinan tinggi pratama resmi dilantik serta diambil sumpah jabatannya oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng di Ruang Loka Krida, Balai Kota Semarang, Rabu (8/7/2026).
Agustina menegaskan, rotasi jabatan bukan sekadar pergantian posisi, melainkan strategi memperkuat organisasi dengan menempatkan aparatur sesuai kompetensi dan kebutuhan perangkat daerah.
“Yang kami lakukan adalah penataan organisasi agar birokrasi semakin dinamis, produktif, dan siap menghadapi tantangan pembangunan. Tidak ada yang diturunkan jabatannya, sebagian besar justru memperoleh promosi, sementara lainnya bergeser pada jenjang yang sama untuk memperkuat kinerja organisasi,” ujarnya.
Menurut Agustina, penataan SDM akan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap berpedoman pada sistem merit. Seluruh proses, kata dia, mengacu pada kompetensi, rekam jejak, serta telah mendapatkan persetujuan teknis dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Seluruh mekanisme dilakukan sesuai aturan. Persetujuan BKN menjadi bagian dari komitmen kami agar pengelolaan ASN berlangsung profesional, objektif, dan akuntabel,” tegasnya.
Selain melakukan penyegaran jabatan, Pemkot Semarang juga tengah menyiapkan sistem penghargaan berbasis kinerja. Nantinya, tambahan penghasilan pegawai akan disesuaikan dengan pencapaian target kerja masing-masing perangkat daerah.
“Kami ingin membangun budaya kerja yang menghargai prestasi. ASN yang mampu mencapai target akan memperoleh apresiasi melalui tambahan tunjangan sehingga produktivitas birokrasi terus meningkat,” jelas Agustina.
Ia menilai penguatan kualitas aparatur menjadi faktor penting dalam menyukseskan berbagai program strategis daerah, termasuk persiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah MTQ Nasional XXXI pada September 2026.
Menurutnya, penyelenggaraan agenda nasional tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh organisasi perangkat daerah, mulai dari kesiapan infrastruktur, pelayanan publik, hingga SDM yang profesional dan inklusif.
“Bahkan akan ada penampilan penyandang disabilitas dalam rangkaian MTQ Nasional. Karena itu seluruh jajaran harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu,” katanya.
Sementara itu, Kepala BKPP Kota Semarang Joko Hartono menjelaskan rotasi dilakukan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong akibat pensiun sekaligus menyesuaikan kebutuhan organisasi.
Dari total 47 pejabat yang dilantik, terdapat tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dimutasi, dua pejabat administrator yang dipromosikan menjadi pimpinan tinggi pratama, 20 pejabat administrator yang menjalani promosi maupun mutasi, serta 22 pejabat pengawas yang dimutasi.
Joko menambahkan seluruh pejabat telah melewati tahapan administrasi, penilaian kompetensi, hingga memperoleh persetujuan teknis dari BKN.
“Kaderisasi kepemimpinan terus kami siapkan secara berkelanjutan. Pengisian jabatan dilakukan melalui proses pembinaan dan uji kompetensi sehingga pejabat yang terpilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan organisasi,” ujarnya.
Melalui penyegaran birokrasi ini, Pemerintah Kota Semarang berharap organisasi pemerintahan semakin lincah, profesional, dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara