MPLS Unik di Semarang, SDN Tugurejo 01 Sulap Hari Pertama Sekolah Jadi Nuansa Piala Dunia 2026

Alih-alih hanya mengikuti upacara dan perkenalan, puluhan siswa baru disambut layaknya peserta pembukaan turnamen sepak bola dunia.

SEMARANG, Jatengnews.id –  Hari pertama masuk sekolah di SDN Tugurejo 01 Semarang pada Senin (13/7/2026) berlangsung tak seperti biasanya. Alih-alih hanya mengikuti upacara dan perkenalan, puluhan siswa baru disambut layaknya peserta pembukaan turnamen sepak bola dunia.

Nuansa Piala Dunia 2026 sengaja dihadirkan dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sebagai cara sekolah menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menghilangkan rasa canggung anak-anak pada hari pertama masuk sekolah.

Sebanyak 41 siswa baru yang terbagi dalam dua rombongan belajar mengikuti kirab menuju lapangan sekolah. Mereka diiringi guru-guru yang mengenakan jersey sepak bola, membawa bola sebagai simbol penyambutan, serta diapit bendera Merah Putih dan bendera sekolah.

Tak hanya itu, ratusan siswa dan orang tua yang hadir juga disuguhi pertandingan sepak bola mini antara guru dan perwakilan siswa sebelum rangkaian pembukaan MPLS dimulai.

Kepala SDN Tugurejo 01 Semarang, Nur Rakhmat, bahkan tampil berbeda. Ia mengenakan kostum pelatih sepak bola (coach) untuk memperkuat suasana Piala Dunia yang menjadi tema utama hari pertama MPLS.

“Kami mengambil tema Piala Dunia karena bertepatan dengan momentum Piala Dunia 2026. Harapannya anak-anak terinspirasi menjadi pemain yang hebat dalam kehidupan, tumbuh sesuai bakat dan potensinya masing-masing. Jadi bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki prestasi di bidang olahraga, seni, dan bidang lainnya,” ujar Nur Rakhmat saat ditemui awak media.

Menurutnya, pertandingan sepak bola yang dimainkan guru bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki pesan pendidikan.

“Anak-anak kami ajak memahami bahwa masa depan membutuhkan kreativitas. Belajar tidak hanya di dalam kelas, tetapi potensi psikomotor juga harus dikembangkan. Karena itu guru memakai jersey sepak bola dan saya menjadi pelatih agar anak-anak semakin antusias mengikuti MPLS,” katanya.

Rangkaian pembukaan MPLS kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita, pelepasan konfeti, penyerahan simbolis siswa dari orang tua kepada sekolah, serta pemasangan bandana sebagai tanda dimulainya MPLS Ramah 2026.

Perwakilan orang tua, Muhammad Shofiyullah Ali, turut menyerahkan simbolis peserta didik baru kepada pihak sekolah sebagai bentuk kolaborasi antara keluarga dan sekolah dalam mendampingi pendidikan anak.

Nur Rakhmat mengatakan, konsep MPLS bertema Piala Dunia dipersiapkan selama beberapa hari meski masih dalam masa libur sekolah. Seluruh guru, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa Lantip 7 Universitas Negeri Semarang tetap datang ke sekolah untuk mempersiapkan penyambutan siswa.

“Walaupun masih masa libur, bapak ibu guru tetap hadir untuk menyiapkan seluruh konsep MPLS. Ini hasil kerja sama semua guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa pendamping sehingga anak-anak mendapatkan pengalaman pertama yang menyenangkan saat masuk sekolah,” ujarnya.

MPLS di SDN Tugurejo 01 berlangsung selama lima hari. Tema Piala Dunia hanya digunakan pada hari pertama, sedangkan hari-hari berikutnya diisi berbagai materi sesuai konsep MPLS Ramah dari Kementerian Pendidikan, termasuk kelas inspirasi dan parenting bagi orang tua.

Menurut Nur Rakhmat, keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan anak. Ia menyebut antusiasme orang tua pada hari pertama sekolah sangat tinggi.

“Orang tua sangat antusias mengantarkan anak-anak. Pendidikan hari ini membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tumbuh kembang anak berjalan optimal,” jelasnya.

Saat ini SDN Tugurejo 01 memiliki sekitar 310 siswa, sementara penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 mencapai 41 siswa. Meski jumlah siswa baru belum maksimal, pihak sekolah mengaku telah memenuhi target penerimaan yang ditetapkan.

Melalui konsep MPLS yang berbeda dari biasanya, pihak sekolah berharap anak-anak tidak hanya merasa senang datang ke sekolah, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, kreatif, dan mampu mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki sejak hari pertama menginjak bangku sekolah.

Penulis : M Kamal

Editor : Jaka N

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN