SEMARANG, Jatengnews.id– Sebagian besar wilayah Jawa Tengah diperkirakan menikmati cuaca cerah hingga cerah berawan sepanjang Senin (13/7/2026).
Meski kondisi ini mendukung berbagai aktivitas masyarakat, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan adanya peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat cuaca kering yang mulai mendominasi musim kemarau.
Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Ahmad Yani Semarang menunjukkan, cuaca pada pagi hingga siang hari didominasi kondisi cerah dan cerah berawan. Memasuki sore hingga awal malam, langit diperkirakan berubah menjadi cerah berawan hingga berawan di sejumlah daerah.
Secara umum, suhu udara di Jawa Tengah berada pada kisaran 16–33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 45–95 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5–30 kilometer per jam, sementara beberapa wilayah pesisir berpotensi mengalami hembusan angin hingga 35 kilometer per jam.
BMKG menilai kondisi cuaca yang minim hujan selama musim kemarau membuat vegetasi dan lahan lebih mudah mengering. Karena itu, masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran terbuka, termasuk membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan api, untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Di Kota Semarang, cuaca diprediksi cerah sejak pagi hingga siang, kemudian berubah menjadi cerah berawan pada sore hingga malam.
Hasil pengamatan BMKG pada pukul 06.00 WIB mencatat cuaca di ibu kota Jawa Tengah itu dalam kondisi cerah berawan. Suhu udara mencapai 25,4 derajat Celsius, kelembapan udara 65 persen, dengan angin bertiup dari arah tenggara sekitar 10 kilometer per jam.
Sepanjang hari, suhu udara di Semarang diperkirakan berkisar 27–33 derajat Celsius dengan kelembapan **45–80 persen.
Kondisi cuaca serupa diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Jawa Tengah, termasuk Semarang, Surakarta, Salatiga, Magelang, Tegal, Pekalongan, Kendal, Demak, Jepara, Kudus, Pati, Rembang, Blora, Grobogan, Purwokerto, Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Banjarnegara, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Boyolali, Klaten, Temanggung, Brebes, Pemalang, Kajen, Batang, Ungaran, Ambarawa, Bumiayu, Majenang, dan Purbalingga.
Sementara itu, bagi masyarakat yang beraktivitas di laut, BMKG memprakirakan tinggi gelombang di Perairan Utara Jawa Tengah berkisar 0,5–2,5 meter, sedangkan di Perairan Selatan Jawa Tengah mencapai 1,25–2,5 meter.
BMKG mengimbau masyarakat tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca terbaru, mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat beraktivitas di luar ruangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau masih berlangsung.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara
