PLN UIK Tanjung Jati B Optimalkan Planned Outage Unit 2, Perkuat Keandalan Pembangkit Penopang Sistem Jawa-Bali

PLTU Tanjung Jati B memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Bali.

JEPARA, Jatengnews.id – PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B tengah melaksanakan planned outage atau pemeliharaan terencana pada Unit 2 PLTU Tanjung Jati B di Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.

Kegiatan yang berlangsung mulai 28 Juni hingga 11 Agustus 2026 ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menjaga keandalan pembangkit sekaligus memastikan pasokan listrik tetap andal bagi sistem Jawa-Bali.

Planned outage merupakan agenda pemeliharaan berkala yang dilakukan untuk memeriksa, merawat, memperbaiki, hingga mengganti sejumlah komponen penting pembangkit. Langkah ini bertujuan menjaga performa unit agar tetap optimal, efisien, dan siap beroperasi setelah masa pemeliharaan berakhir.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan pemeliharaan terencana tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam menerapkan standar operasional kelas dunia pada setiap proses pengelolaan aset pembangkit.

“Outage Unit 2 merupakan langkah strategis untuk memastikan seluruh peralatan pembangkit berada dalam kondisi terbaik. Pemeliharaan yang dilakukan secara terencana dan disiplin menjadi wujud komitmen PLN dalam menghadirkan pembangkit yang andal, efisien, dan berstandar internasional,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, PLN UIK Tanjung Jati B melibatkan sekitar 1.150 personel yang terdiri atas pekerja operasional, tim pemeliharaan, pengawas pekerjaan, hingga mitra kerja. Seluruh aktivitas dilakukan dengan mengedepankan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengendalian risiko, kualitas pekerjaan, serta kepatuhan terhadap prosedur operasional.

Petugas melaksanakan pekerjaan pemeriksaan dan pemeliharaan pada area peralatan pendukung Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. (Foto : Dok PLN)
Petugas melaksanakan pekerjaan pemeriksaan dan pemeliharaan pada area peralatan pendukung Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. (Foto : Dok PLN)

Berbagai pekerjaan strategis menjadi fokus selama outage berlangsung. Di antaranya generator assessment, perbaikan *circulating water* (CW) pipe, penggantian boiler tube, serta pemeliharaan pada sistem turbin beserta peralatan pendukungnya, boiler, *balance of plant*, sistem kelistrikan, hingga kontrol dan instrumentasi.

Menurut Andi, keberhasilan outage tidak hanya diukur dari rampungnya pekerjaan teknis, tetapi juga dari penerapan standar keselamatan, kualitas, dan koordinasi selama proses berlangsung.

“Dengan cakupan pekerjaan yang cukup kompleks dan melibatkan banyak personel, koordinasi menjadi faktor utama. Kami memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, tepat mutu, serta didukung kolaborasi yang solid antara PLN dan seluruh mitra kerja,” katanya.

Sebagai salah satu pembangkit strategis di Indonesia, PLTU Tanjung Jati B memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan listrik di sistem interkoneksi Jawa-Bali. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keandalan pembangkit sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Melalui planned outage Unit 2 ini, PLN UIK Tanjung Jati B terus memperkuat tata kelola aset pembangkit secara berkelanjutan sebagai bagian dari transformasi perusahaan. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas operasi, menjaga keandalan pasokan listrik, serta memberikan layanan kelistrikan yang optimal bagi masyarakat maupun sektor industri.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN