SEMARANG, Jatengnews.id – PT PLN (Persero) UID Jawa Tengah dan DIY menggencarkan edukasi mengenai fitur kode singkat (short code) pada kWh meter. Langkah ini bertujuan agar pelanggan dapat memantau kondisi kelistrikan rumah secara mandiri, cepat, dan praktis melalui kombinasi tombol angka.
General Manager PLN UID Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi, menjelaskan bahwa pemahaman terhadap kode-kode ini sangat penting agar masyarakat bisa mengelola konsumsi energi secara lebih efisien dan cerdas.
Apalagi pengguna listrik yang kini mencapai 7,1 juta pelanggan atau sekitar 51 persen dari total pelanggan di Jawa Tengah.
“Melalui pemanfaatan short code pada keypad kWh meter, pelanggan bisa langsung mengecek sisa daya hingga mendeteksi tegangan listrik di rumah tanpa harus menunggu petugas. Ini adalah langkah praktis untuk mengantisipasi token habis sebelum aliran listrik terputus,” ujar Bramantyo.
Untuk memanfaatkan fitur ini, pelanggan cukup menekan kombinasi angka tertentu pada keypad kWh meter prabayar dan mengakhirinya dengan tombol enter.
Pelanggan dapat menekan angka 37 untuk mengetahui sisa token listrik dalam satuan kWh yang masih tersedia. Sementara itu, menekan angka 41 akan menampilkan informasi tegangan listrik dalam satuan Volt yang masuk ke instalasi rumah guna memastikan stabilitas pasokan energi.
Bagi pelanggan yang ingin memantau beban alat elektronik yang sedang menyala, mereka dapat menekan angka 44 untuk melihat besaran arus listrik dalam satuan Ampere.
PLN juga menyediakan kode angka 54 untuk membantu pelanggan mengonfirmasi ulang nomor token terakhir yang berhasil dimasukkan, serta kode angka 59 untuk mengecek nominal kWh dari pengisian token paling akhir.
Selain itu, pelanggan bahkan bisa mengatur sendiri batas minimal sisa kredit token sebagai pengingat dengan menekan angka 456 diikuti jumlah kWh yang diinginkan, seperti mengetik 45610 agar alarm otomatis berbunyi ketika listrik tersisa 10 kWh.
Demi keamanan bersama, PLN mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka, membongkar, ataupun mengutak-atik fisik serta segel kWh meter. Tindakan sepihak tersebut sangat berbahaya bagi keselamatan penghuni rumah dan berpotensi merusak keakuratan alat ukur resmi milik PLN.
Jika panel kWh meter menunjukkan indikasi eror atau mengalami kerusakan, pelanggan diimbau untuk segera melapor melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123 agar petugas resmi dapat segera melakukan penanganan di lokasi. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara
