Warga Jatirejo Ikuti Pelatihan Mitigasi Kebakaran, Siaga Hadapi Musim Kemarau

Pelatihan ini diikuti oleh anggota Linmas, pengurus RT/RW, Karang Taruna, hingga kader PKK

SEMARANG, Jatengnews.id – Kepulan asap dan kobaran api di halaman Balai RW 3 Kelurahan Jatirejo, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Rabu (15/7/2026), bukanlah peristiwa kebakaran sungguhan.

Api tersebut sengaja dinyalakan sebagai bagian dari simulasi dalam pelatihan mitigasi kebakaran yang digelar Pemerintah Kelurahan Jatirejo bersama Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang.

Pelatihan ini diikuti oleh anggota Linmas, pengurus RT/RW, Karang Taruna, hingga kader PKK. Seluruh peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai pencegahan kebakaran, tetapi juga mempraktikkan secara langsung teknik memadamkan api menggunakan kain basah sebagai langkah awal penanganan kebakaran berskala kecil.

Lurah Jatirejo, Romadlon Eko Hariyono, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat, khususnya ancaman kebakaran yang risikonya meningkat saat musim kemarau.

“Harapannya masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, khususnya kebakaran. Saat ini kita sudah memasuki musim kemarau sehingga kewaspadaan harus lebih ditingkatkan,” katanya.

Anggota DPRD Kota Semarang, Giyanto, menyambut baik pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurutnya, edukasi mitigasi kebakaran perlu terus diperluas karena masih sedikit masyarakat yang memiliki keterampilan dasar dalam menghadapi situasi darurat.

Ia menyebut, dari lebih dari satu juta penduduk Kota Semarang, baru sekitar 20 persen yang memiliki kemampuan kesiapsiagaan bencana. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pelatihan agar semakin banyak warga mampu melakukan penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

Dalam sesi materi, narasumber dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Dimas, menjelaskan bahwa kebakaran di kawasan permukiman masih didominasi oleh faktor kelalaian manusia. Penyebabnya antara lain kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala, instalasi listrik yang tidak aman, hingga penyimpanan bahan mudah terbakar yang tidak sesuai prosedur.

Karena itu, ia mengajak masyarakat membiasakan langkah-langkah pencegahan sederhana, seperti tidak meninggalkan kompor saat memasak, memastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, menyimpan bahan mudah terbakar jauh dari sumber panas, serta menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di rumah.

Selain teori, peserta juga dibekali teknik penanganan awal apabila kebakaran terjadi. Mereka diajarkan memadamkan api dengan menutup sumber api menggunakan kain atau karung basah untuk mengurangi suplai oksigen.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai prosedur evakuasi yang aman, seperti bergerak dengan posisi merunduk untuk menghindari paparan asap serta tetap tenang saat keluar dari lokasi kebakaran.

Dimas mengingatkan, apabila api tidak dapat dikendalikan, masyarakat harus segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang melalui layanan darurat 0815-6770-0113 agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Melalui pelatihan yang menggabungkan teori dan praktik tersebut, Pemerintah Kelurahan Jatirejo berharap masyarakat semakin siap menghadapi potensi kebakaran sekaligus mampu meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian harta benda akibat bencana tersebut. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Berita Terkait

BERITA TERBARU

- Advertisement -spot_img

BERITA PILIHAN