Beranda Daerah Antisipasi Kecelakaan, Dishub Kota Semarang Siapkan Pita Kejut Tekan Kecepatan Kendaraan

Antisipasi Kecelakaan, Dishub Kota Semarang Siapkan Pita Kejut Tekan Kecepatan Kendaraan

Lokasi Pasar Mangkang yang berada di jalur Pantura dengan arus kendaraan padat dinilai menjadi salah satu faktor tingginya potensi kecelakaan.

Sebuah truk yang diduga milik PLN dengan nomor polisi H 8057 NA tampak masih terparkir di tepi jalan tidak jauh dari lokasi kecelakaan.
Sebuah truk yang diduga milik PLN dengan nomor polisi H 8057 NA tampak masih terparkir di tepi jalan tidak jauh dari lokasi kecelakaan, Jumat (17/7/2026). (Foto: Kamal)

SEMARANG, Jatengnews.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang berencana memasang pita kejut di kawasan Pasar Mangkang sebagai upaya mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.

Adapun, langkah tersebut menyusul serangkaian insiden yang terjadi di kawasan Jalan Pantura tersebut dalam dua pekan terakhir.

Tercatat, tiga kecelakaan terjadi di sekitar Pasar Mangkang. Dua di antaranya merenggut nyawa, sementara satu korban lainnya mengalami luka-luka setelah tertabrak kendaraan dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Lokasi Pasar Mangkang yang berada di jalur Pantura dengan arus kendaraan padat dinilai menjadi salah satu faktor tingginya potensi kecelakaan. Dari arah Kendal menuju Semarang, kondisi jalan yang menurun membuat banyak kendaraan melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara dari arah sebaliknya, jalur yang lurus dan landai juga mendorong pengendara memacu kendaraan lebih cepat.

Riyadi, warga sekitar, mengatakan kecelakaan di kawasan tersebut sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Dalam dua pekan terakhir sudah ada tiga kejadian. Dua korban meninggal dunia dan satu orang tertabrak kendaraan pada Selasa pagi hingga harus dibawa ke rumah sakit,” ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata, seperti memasang pita kejut, rambu peringatan, hingga membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) agar keselamatan warga yang beraktivitas di Pasar Mangkang lebih terjamin.

“Pengendara yang melintas sering melaju kencang. Harus ada upaya agar mereka mengurangi kecepatan saat memasuki kawasan pasar,” katanya.

Keluhan serupa disampaikan Sukini, warga Wonosari yang rutin berbelanja di Pasar Mangkang. Menurutnya, menyeberang jalan di kawasan tersebut selalu menjadi momen yang menegangkan, terutama saat jam sibuk.

“Kalau pagi dan sore kendaraan sangat ramai. Akan lebih aman kalau ada petugas yang membantu penyeberang jalan,” tuturnya.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Semarang, Mulyadi, mengatakan pihaknya tengah memetakan sejumlah lokasi rawan kecelakaan untuk menjadi prioritas pemasangan pita kejut.

“Rencananya kami akan memasang pita kejut di kawasan yang memiliki aktivitas tinggi seperti pasar dan sekolah. Saat ini masih dilakukan pendataan agar pemasangannya tepat sasaran,” jelasnya.

Menurut Mulyadi, Pasar Mangkang serta kawasan SD Tugurejo 03 yang berada di jalur Pantura termasuk dalam daftar lokasi yang menjadi perhatian karena tingkat kerawanan kecelakaannya cukup tinggi.

Selain pita kejut, Dishub juga berencana menambah penerangan jalan di beberapa titik serta terus mengevaluasi kebutuhan infrastruktur keselamatan lainnya.

Terkait usulan pembangunan JPO, Mulyadi menjelaskan bahwa kewenangan tersebut berada di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah–DI Yogyakarta sehingga perlu koordinasi lebih lanjut.

“Kalau memang hasil kajian menunjukkan kebutuhan JPO, tentu akan kami koordinasikan dengan BBPJN,” ujarnya.

Dishub juga mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan padat aktivitas masyarakat demi menekan angka kecelakaan di Jalan Pantura, khususnya di sekitar Pasar Mangkang.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor    : Jaka Nuswantara

Exit mobile version