
SEMARANG, Jatengnews.id – UIN Walisongo Semarang kembali memperkuat langkah internasionalisasi kampus dengan memberangkatkan 28 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Arab Saudi.
Program yang memasuki tahun kedua ini akan berlangsung selama 36 hari, mulai 22 Juli hingga 26 Agustus 2026.
Mengusung tema “Jejak Pengabdian di Tanah Suci: Membangun Kolaborasi Global, Menguatkan Pelayanan, Menginspirasi Peradaban”, KKN Internasional tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat, tetapi juga sarana memperluas jejaring internasional sekaligus membekali mahasiswa dengan pengalaman akademik dan spiritual di tingkat global.
Pelepasan peserta dilakukan langsung oleh Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Dr. Musahadi, M.Ag., didampingi Ketua LP2M Prof. Dr. Abdul Ghofur, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi Dr. Nasihun Amin, M.Ag., serta Ketua Program Studi Manajemen Haji dan Umrah Dr. Abdul Rozaq, M.Ag.
Berbeda dengan pelaksanaan tahun lalu yang hanya melibatkan mahasiswa Program Studi Manajemen Haji dan Umrah (MHU), KKN Internasional 2026 kini diikuti mahasiswa dari berbagai program studi. Sebanyak 21 peserta berasal dari Prodi MHU, dua mahasiswa dari Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), serta peserta dari Program Studi Pendidikan Bahasa Arab dan Manajemen.
Perluasan peserta ini menunjukkan bahwa KKN Internasional terus berkembang sebagai model pembelajaran lintas disiplin yang mengedepankan kolaborasi, pengabdian, dan penguatan kompetensi global mahasiswa.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Dr. Nasihun Amin, M.Ag., mengatakan KKN Internasional merupakan salah satu program unggulan fakultas yang memadukan proses pembelajaran akademik dengan pengalaman pengabdian dan pendalaman nilai-nilai spiritual.
Selama berada di Arab Saudi, para mahasiswa akan mendampingi jamaah umrah asal Indonesia, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat Indonesia dan komunitas ekspatriat, menggelar kampanye kebersihan, bakti sosial, memperkenalkan budaya Indonesia, hingga mengikuti program International Student Mobility di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah.
Sementara itu, Rektor UIN Walisongo Prof. Dr. Musahadi, M.Ag. menilai keberlanjutan program tersebut menjadi bukti komitmen kampus dalam menghadirkan inovasi pembelajaran yang berorientasi internasional.
Menurutnya, KKN Internasional merupakan terobosan yang mampu mengintegrasikan proses pembelajaran, pengabdian kepada masyarakat, penguatan jejaring global, serta pengalaman spiritual mahasiswa dalam satu program yang komprehensif.
“KKN Internasional merupakan terobosan yang mengintegrasikan pembelajaran, pengabdian, jejaring global, dan pengalaman spiritual. Program ini menjadi contoh baik bagaimana internasionalisasi diwujudkan melalui pengalaman belajar yang nyata dan berdampak,” ujarnya.
Rektor juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga nama baik UIN Walisongo, Indonesia, serta nilai-nilai Islam selama menjalankan program di Arab Saudi. Mahasiswa diminta menghormati budaya setempat, bekerja secara profesional, serta menjalankan seluruh agenda pengabdian dengan penuh tanggung jawab.
Keberlanjutan KKN Internasional ini semakin mempertegas komitmen UIN Walisongo dalam membangun budaya akademik berstandar internasional melalui kolaborasi global. Bagi Program Studi Manajemen Haji dan Umrah, program tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung peningkatan mutu akademik sekaligus proses menuju akreditasi internasional ACQUIN.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara