SEMARANG, Jatengnews.id – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) membekali sebanyak 1.130 mahasiswa yang akan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Pembekalan yang digelar di Balairung UPGRIS, Selasa (21/7/2026), menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang untuk membekali mahasiswa sebelum terjun ke masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UPGRIS Dr. Sapto Budoyo jajaran wakil rektor, dekan, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), dosen pembimbing lapangan (DPL), serta Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah Brigjen Pol. Dr Agus Rohmat.
Ketua LPPM UPGRIS, Prof. Dr. Wiyaka mengatakan KKN tahun ini mengusung tema “Kuliah Kerja Nyata Universitas PGRI Semarang Berdampak”. Tema tersebut selaras dengan arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang mendorong perguruan tinggi menghasilkan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebanyak 1.130 mahasiswa dari seluruh fakultas akan diterjunkan ke 66 desa yang tersebar di empat kabupaten, yakni Kabupaten Semarang, Kendal, Demak, dan Grobogan. Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa didampingi 34 dosen pembimbing lapangan.
Lokasi KKN meliputi Kecamatan Bergas dan Ambarawa di Kabupaten Semarang, Kecamatan Plantungan di Kabupaten Kendal, Kecamatan Mranggen dan Karangawen di Kabupaten Demak, serta Kecamatan Gubug di Kabupaten Grobogan.
Program KKN berlangsung mulai 29 Juli hingga 2 September 2026. Bersama tahapan survei dan pelaksanaan program di lapangan, mahasiswa menjalani rangkaian kegiatan selama sekitar dua bulan dengan konversi pembelajaran sebesar 10 SKS.
Selain pembekalan teknis pelaksanaan KKN, UPGRIS juga menjalin kerja sama dengan BNN Provinsi Jawa Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap program pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.
Kepala BNN Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol. Dr Agus Rohmat, memberikan materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika, pentingnya membangun lingkungan kampus yang bersih dari narkoba, serta peran mahasiswa sebagai agen edukasi di tengah masyarakat. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkoba kepada masyarakat selama menjalankan program KKN.
Selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai strategi publikasi kegiatan pengabdian masyarakat dari Shodiqin Pemimpin Redaksi PT Jatengnews Mandiri Media.
Dalam paparannya bertajuk “Strategi Menulis Berita KKN: Informatif, Menarik, dan Layak Publikasi di Media Online”, Shodiqin menekankan bahwa mahasiswa KKN tidak hanya bertugas melaksanakan program kerja, tetapi juga harus mampu mendokumentasikan dan mempublikasikan dampak program kepada masyarakat.
Menurutnya, program yang baik akan cepat dilupakan apabila tidak dipublikasikan dengan baik. Karena itu, mahasiswa perlu memahami teknik dasar jurnalistik, mulai dari menentukan sudut pandang (angle) berita, menerapkan unsur 5W+1H, menyusun lead yang menarik, hingga membuat judul yang informatif dan ramah mesin pencari (SEO).
Ia juga mengingatkan pentingnya menghadirkan kutipan narasumber, menyajikan data yang akurat, serta memilih foto yang mampu menggambarkan aktivitas dan dampak program di lapangan. Menurutnya, publikasi yang baik bukan hanya meningkatkan kualitas dokumentasi kegiatan KKN, tetapi juga memperkuat reputasi kampus sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Melalui pembekalan yang komprehensif ini, UPGRIS berharap mahasiswa tidak hanya mampu melaksanakan program kerja secara optimal, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat sekaligus menyebarluaskan praktik-praktik baik melalui karya jurnalistik yang informatif dan bermanfaat. (01).
Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara


