
SEMARANG, Jatengnews.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan anak-anak tidak selalu terjadi karena mereka gagal melihat kendaraan. Dalam banyak kasus, anak justru belum terbiasa mengenali tanda bahaya melalui suara kendaraan yang sebenarnya terdengar lebih dulu sebelum kendaraan terlihat.
Berangkat dari kondisi tersebut, Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah menghadirkan program edukasi keselamatan berkendara bagi anak usia dini dengan fokus mengenalkan berbagai bunyi di jalan raya sebagai bekal sebelum menyeberang.
Program ini menyasar siswa PAUD dan TK melalui metode belajar sambil bermain yang disesuaikan dengan usia anak. Sebagai langkah awal, kegiatan digelar di PAUD Kartini, Pandean Lamper, Kota Semarang, pada Senin (20/7/2026), melibatkan para siswa, guru, serta orang tua pendamping.
Instruktur Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah, Burhanudin Mey, mengatakan anak-anak perlu dibiasakan mengenali suara-suara di jalan sejak dini agar mampu merespons potensi bahaya lebih cepat.
“Anak-anak usia dini memiliki rasa ingin tahu yang besar dan pendengaran mereka sebenarnya sangat peka. Dengan membiasakan mereka mengenali suara jalan sejak kecil, kita membekali anak dengan naluri keselamatan yang akan terus terbawa hingga dewasa. Ini merupakan investasi keselamatan jangka panjang untuk menciptakan generasi pengguna jalan yang lebih aman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Astra Motor Jawa Tengah membagikan sejumlah cara sederhana yang dapat diterapkan orang tua maupun guru untuk meningkatkan kesadaran keselamatan anak di jalan.
Langkah pertama adalah mengenalkan berbagai bunyi khas kendaraan, mulai dari klakson, suara mesin sepeda motor dan mobil, hingga suara rem melalui permainan tebak suara. Cara ini membantu anak memahami bahwa suara tertentu menjadi tanda adanya kendaraan yang mendekat.
Selanjutnya, anak diajarkan kebiasaan sederhana sebelum menyeberang, yakni berhenti, mendengar, melihat, kemudian menyeberang. Metode ini diharapkan membuat anak tidak hanya mengandalkan penglihatan, tetapi juga menggunakan pendengaran sebagai alat deteksi dini terhadap kendaraan yang melintas.
Untuk membuat pembelajaran lebih menarik, Astra Motor Jawa Tengah juga memperkenalkan aplikasi edukasi interaktif yang berisi gambar, animasi, kuis, serta berbagai suara kendaraan di jalan raya. Media digital tersebut dirancang agar materi keselamatan lebih mudah dipahami dan diingat oleh anak-anak.
Selain itu, keterlibatan orang tua dan guru dinilai menjadi faktor penting dalam membentuk kebiasaan aman di jalan. Mereka diharapkan memberikan contoh secara langsung dengan selalu mempraktikkan langkah berhenti, dengar, dan lihat setiap kali mendampingi anak berjalan kaki atau menyeberang jalan.
Melalui edukasi sejak usia dini ini, Safety Riding Astra Motor Jawa Tengah berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tertanam sejak kecil sehingga mampu menekan risiko kecelakaan yang melibatkan anak-anak serta menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap keselamatan di jalan raya.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara