
JEPARA, Jatengnews.id – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B memperkuat komitmen transformasi digital melalui penyelenggaraan Gema Transformasi: Digital Power Plant to Digital Twin di Ruang Rapat Kartini, Gedung Utama PLN UIK Tanjung Jati B, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis PLN dalam mempercepat modernisasi pengelolaan pembangkit listrik melalui pemanfaatan teknologi digital. Dengan konsep Digital Twin, PLN berupaya menghadirkan sistem operasi pembangkit yang lebih cerdas, efisien, andal, serta mampu mendukung pengambilan keputusan berbasis data secara real time.
Acara yang digelar oleh Divisi Transformasi Korporat dan CEO Office ini diikuti pegawai PLN UIK Tanjung Jati B secara luring dan daring, serta diikuti insan PLN Nusantara Power, PLN Indonesia Power, dan PLN Group dari berbagai wilayah melalui konferensi virtual.
Turut memberikan arahan secara daring, Vice President Monitoring dan Evaluasi Manajemen Transformasi PLN, Henny Ika Septyani, serta Executive Vice President Pengendalian Pembangkitan dan Independent Power Producer (IPP) PLN yang juga bertindak sebagai Moonshot Leader, Parulian Noviandri.
General Manager PLN UIK Tanjung Jati B Andi Makkasau, yang diwakili Senior Manager Produksi Kurniawan, mengatakan bahwa perkembangan sektor ketenagalistrikan saat ini menuntut pengelolaan pembangkit yang semakin modern seiring meningkatnya kebutuhan listrik nasional, pertumbuhan kawasan industri, pusat data, kendaraan listrik, hingga ekonomi digital.
Menurutnya, masyarakat mungkin tidak mengetahui bagaimana proses pembangkit menghasilkan listrik, namun mereka memiliki harapan sederhana, yakni listrik selalu tersedia setiap saat.
“Menjaga keandalan pembangkit bukan sekadar tugas operasional, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan kepercayaan masyarakat kepada PLN,” ujarnya.
Ia menambahkan, transformasi digital kini telah menjadi kebutuhan mendesak. Setiap hari pembangkit menghasilkan jutaan data operasional mulai dari temperatur, tekanan, getaran, performa peralatan hingga histori gangguan. Tantangan utama bukan lagi mengumpulkan data, melainkan mengolahnya menjadi informasi yang mampu menghasilkan keputusan cepat dan tepat.
Sebagai jawaban atas tantangan tersebut, PLN UIK Tanjung Jati B mengembangkan platform Digital Twin yang tidak hanya berfungsi sebagai dashboard pemantauan, tetapi menjadi fondasi pengambilan keputusan berbasis data.
Melalui teknologi ini, seluruh informasi terkait operasi pembangkit, kondisi aset, tingkat keandalan, potensi risiko hingga aspek ekonomi aset terintegrasi dalam satu ekosistem digital. Hasilnya, proses operasi maupun pemeliharaan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien.
Saat ini PLN UIK Tanjung Jati B telah mengembangkan sembilan kapabilitas utama Digital Twin, yakni Efficiency and Heat Loss App, Potential Failure Interval App, Reliability Predict App, Risk Matrix App, Reliability Block Diagram App, Life Cycle Cost Analysis App, Optimum Overhaul App, i-RCFA App, serta Asset Health Management App.
Berbagai aplikasi tersebut mendukung pengelolaan pembangkit secara menyeluruh, mulai dari peningkatan efisiensi, deteksi dini potensi gangguan, analisis risiko, simulasi keandalan sistem, evaluasi biaya siklus hidup aset, optimalisasi jadwal overhaul, analisis akar penyebab gangguan hingga pemantauan kesehatan aset secara terintegrasi.
Vice President Monitoring dan Evaluasi Manajemen Transformasi PLN, Henny Ika Septyani, menyampaikan bahwa transformasi menuju Digital Twin merupakan langkah penting dalam membangun pembangkit yang lebih andal, efisien, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ia menegaskan, keberhasilan transformasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia serta kolaborasi seluruh insan PLN dalam membangun budaya kerja yang adaptif, inovatif, dan berbasis data.
Sementara itu, Parulian Noviandri menjelaskan bahwa Digital Twin menjadi bagian dari program Smart Power Plant PLN yang bertujuan mengintegrasikan data operasi, data aset, dan data pemeliharaan sehingga mampu meningkatkan keandalan pembangkit sekaligus menekan potensi gangguan dan meningkatkan efisiensi operasional.
Menurutnya, implementasi Digital Twin di PLTU Tanjung Jati B telah ditetapkan sebagai pilot project nasional yang dikembangkan secara bertahap hingga tahap Quick Win 4. Dari implementasi tersebut, sistem telah menghasilkan berbagai rekomendasi strategis terkait pemeliharaan berbasis kondisi aset, analisis risiko, peningkatan reliabilitas, efisiensi pembangkit, hingga pengurangan kehilangan energi (net loss).
Selain pemaparan materi bertajuk “Digital Twin: Transformasi Operasi Pembangkit Berbasis Data”, kegiatan juga diisi demonstrasi aplikasi Digital Twin hasil kolaborasi Tim PLTU Tanjung Jati B bersama ICON+, sesi diskusi interaktif, kuis, serta berbagi pengalaman implementasi transformasi digital di lingkungan PLN.
Melalui momentum peringatan HUT ke-81 RI, PLN UIK Tanjung Jati B menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang mendukung keandalan sistem kelistrikan nasional sekaligus mempercepat transformasi PLN menjadi perusahaan energi modern berkelas dunia.
“Keberhasilan transformasi digital bukan diukur dari banyaknya aplikasi yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar teknologi tersebut mampu membuat pekerjaan menjadi lebih aman, lebih efektif, lebih efisien, serta menghasilkan keputusan terbaik bagi perusahaan,” tutup Andi.
Penulis : Alif Nazzala Rizqi
Editor : Jaka Nuswantara