Beranda Pendidikan Erny Raih Doktor di SCU, Kembangkan Model Shinrin-Yoku untuk Pengendalian Hipertensi

Erny Raih Doktor di SCU, Kembangkan Model Shinrin-Yoku untuk Pengendalian Hipertensi

Temuan tersebut dipaparkan Erny dalam sidang terbuka promosi doktor, Senin (27/7/2026) siang, melalui disertasi

Erny dalam sidang terbuka promosi doktor, Senin (27/7/2026)
Erny Amperawati dalam sidang terbuka promosi doktor di Kampus SCU Semarang, Senin (27/7/2026). (Foto: dok)

SEMARANG, Jatengnews.id – Penelitian doktoral Erny Amperawati di Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang menemukan bahwa aktivitas Shinrin-Yoku atau forest bathing di kawasan Perkebunan Teh Kemuning, Kabupaten Karanganyar, berpotensi membantu menurunkan tekanan darah penderita hipertensi sekaligus meningkatkan kesehatan psikologis.

Temuan tersebut dipaparkan Erny dalam sidang terbuka promosi doktor, Senin (27/7/2026) siang, melalui disertasi berjudul “Pengembangan Model Shinrin-Yoku di Kawasan Perkebunan Teh Kemuning bagi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer.”

Penelitian melibatkan 14 penderita hipertensi berusia 51–70 tahun. Hasilnya menunjukkan sebagian peserta mengalami kecenderungan penurunan tekanan darah setelah mengikuti Shinrin-Yoku. Selain itu, hampir seluruh partisipan mengaku merasa lebih tenang, rileks, nyaman, bahagia, serta lebih termotivasi untuk menjaga kesehatan.

Menurut Erny, temuan tersebut menunjukkan bahwa kawasan perkebunan teh tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan ekologis, tetapi juga berpotensi menjadi therapeutic landscape atau lingkungan terapeutik yang mendukung kesehatan fisik dan mental.

Salah satu luaran utama penelitian ini adalah lahirnya Model Shinrin-Yoku bagi Kebijakan Pelayanan Kesehatan Tradisional Komplementer. Model tersebut mengintegrasikan lingkungan sebagai sumber daya kesehatan (health resource) dengan upaya promotif dan preventif dalam pelayanan kesehatan berbasis bukti ilmiah.

Erny menjelaskan, penelitian ini memiliki kebaruan karena menerapkan konsep Shinrin-Yoku di kawasan perkebunan teh tropis Indonesia serta mengembangkannya menjadi model yang dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Shinrin-Yoku tidak dimaksudkan sebagai pengganti terapi medis maupun obat-obatan bagi penderita hipertensi.

“Shinrin-Yoku merupakan pendekatan kesehatan tradisional komplementer berbasis lingkungan yang berfungsi mendukung upaya promotif dan preventif, bukan menggantikan terapi medis yang sudah ada,” tegas Erny saat konferensi pers bersama wartawan.

Ia berharap model yang dikembangkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, maupun pengelola kawasan alam dalam mengembangkan kebijakan kesehatan berbasis lingkungan.

Menurutnya, kekayaan alam Indonesia memiliki peluang besar untuk dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan yang lebih holistik, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. (01).

Penulis: Shodiqin
Editor: Jaka Nuswantara

Exit mobile version