
SEMARANG, Jatengnews.id – Sehari setelah kebakaran melanda Pasar Modern BSB Mijen, Kota Semarang, para pedagang mulai menyelamatkan barang dagangan yang masih bisa digunakan, Senin (27/7/2026). Sementara itu, aktivitas di area dalam pasar masih dihentikan sementara akibat kerusakan yang cukup parah.
Sejumlah pedagang tampak memilah barang yang masih layak pakai di antara sisa puing dan arang yang menghitam. Lantai hingga lapak-lapak di dalam pasar masih dipenuhi bekas kebakaran.
Ketua Paguyuban Pasar Modern BSB, Endang, mengatakan hingga kini pihaknya belum menerima laporan pasti mengenai total kerugian yang dialami para pedagang.
“Dari teman-teman paguyuban belum ada laporan juga berapa kerugian yang mereka alami,” ujarnya saat ditemui Jatengnews.id di lokasi.
Menurut Endang, dampak kebakaran paling parah terjadi di area dalam pasar. Karena itu, aktivitas perdagangan di lokasi tersebut dihentikan sementara selama tiga hari.
“Untuk area dalam pasar kami liburkan dulu selama tiga hari ke depan,” katanya kepada Jatengnews.id
Selama penutupan, pengelola menyiapkan tenda di area luar pasar agar para pedagang tetap bisa berjualan sambil menunggu proses renovasi selesai.
“Saat ini sedang dipersiapkan tenda di area luar. Nanti pedagang akan dipindahkan ke stan sementara hingga renovasi pasar selesai,” jelasnya.
Sementara itu, aktivitas di deretan ruko yang berada di bagian luar pasar terpantau tetap berjalan normal. Adapun kios-kios di area dalam masih ditutup total pascakebakaran.
Sebelumnya, kebakaran terjadi pada Minggu (26/7/2026) pagi dan menghanguskan 179 kios. Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, menduga api berasal dari kompor yang masih menyala lalu menyambar kebocoran gas.
“Dugaannya dari kompor yang masih menyala kemudian menyambar gas yang bocor sehingga menimbulkan api cukup besar. Di atas kios terdapat plafon sehingga api cepat merambat ke kios lainnya,” jelas Tantri.
Meski aktivitas di area dalam pasar dihentikan sementara, para pedagang diharapkan dapat kembali berjualan di lokasi relokasi dalam beberapa hari ke depan agar roda perekonomian tetap berjalan. (01).
Penulis: Muhammad Kamal
Editor: Shodiqin