Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Kenalkan Budaya Lokal Lewat Sunday Fun Learning di Desa...

KKN UIN Walisongo Kenalkan Budaya Lokal Lewat Sunday Fun Learning di Desa Penawangan

Melalui permainan edukatif dan lagu daerah, mahasiswa KKN menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan untuk meningkatkan motivasi belajar sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

kkn uin ws gelar sunday fun learning
Anak-anak mengikuti permainan edukatif dalam program Sunday Fun Learning yang diselenggarakan mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang di Rumah Pintar Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (26/7/2026) (Foto: Dok KKN).

Semarang, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang menghadirkan inovasi pembelajaran melalui program Sunday Fun Learning di Rumah Pintar Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (26/7/2026).

Kegiatan ini menggabungkan materi pembelajaran sekolah dasar dengan permainan edukatif serta pengenalan lagu-lagu daerah sebagai upaya meningkatkan minat belajar sekaligus menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal.

Program tersebut diikuti puluhan anak yang mayoritas merupakan siswa SD Negeri Penawangan 1.

Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak belajar melalui pendekatan interaktif yang mendorong keberanian, kerja sama, komunikasi, dan kemampuan berpikir kritis dalam suasana yang menyenangkan.

Berbagai permainan edukatif disiapkan oleh mahasiswa KKN. Salah satunya menggunakan media kartu UNO yang dimanfaatkan untuk membangun interaksi antarpeserta sekaligus melatih konsentrasi dan kerja sama.

Selain itu, anak-anak mengikuti permainan estafet barang yang diiringi lagu-lagu daerah.

Dalam permainan tersebut, sebuah barang dipindahkan dari satu peserta ke peserta lainnya selama lagu diputar. Ketika lagu berhenti, peserta yang memegang barang terakhir harus menjawab pertanyaan seputar materi pelajaran sekolah dasar.

Konsep ini dirancang agar proses evaluasi berlangsung secara santai namun tetap efektif dalam memperkuat pemahaman peserta.

Koordinator kegiatan sekaligus pengisi materi, Zidni, mengatakan bahwa metode pembelajaran berbasis permainan dipilih untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan sehingga anak-anak tidak merasa terbebani.

“Kami ingin menunjukkan bahwa belajar tidak selalu identik dengan suasana yang kaku. Melalui permainan, anak-anak tetap memperoleh materi pelajaran, tetapi disampaikan dengan cara yang lebih menyenangkan sehingga mereka lebih berani berpartisipasi dan lebih mudah mengingat materi yang dipelajari. Lagu-lagu daerah juga kami gunakan agar mereka semakin mengenal sekaligus mencintai budaya Indonesia,” ujar Zidni.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan. Anak-anak aktif mengikuti setiap permainan, saling bekerja sama, serta berlomba menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan. Suasana belajar berlangsung penuh semangat dan keceriaan tanpa mengurangi tujuan utama pembelajaran.

Salah seorang peserta, Angel, mengaku senang mengikuti Sunday Fun Learning karena belajar terasa lebih menyenangkan dibandingkan pembelajaran di kelas.

“Aku senang sekali ikut Sunday Fun Learning karena belajarnya sambil bermain. Permainannya seru, apalagi saat menyanyikan lagu daerah dan menjawab pertanyaan. Jadi tidak bosan, malah ingin ikut lagi kalau ada kegiatan seperti ini,” ungkap Angel.

Melalui program Sunday Fun Learning, mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap Rumah Pintar Desa Penawangan dapat terus menjadi ruang belajar yang kreatif, inklusif, dan menyenangkan bagi anak-anak desa.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui inovasi pendidikan yang tidak hanya meningkatkan motivasi belajar, tetapi juga memperkenalkan serta melestarikan budaya lokal sejak usia dini.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version