
BATANG, Jatengnews.id– Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 128 Universitas Diponegoro (UNDIP) menghadirkan inovasi teknologi tepat guna untuk membantu meningkatkan produktivitas pelaku usaha mikro di Desa Randu, Kecamatan Pecalungan, Kabupaten Batang.
Tim KKN-T 128 UNDIP merancang dan mengimplementasikan mesin pemotong singkong otomatis berbasis sistem pneumatik-hidrolik untuk mendukung proses produksi UMKM Singkong Keju R3. Inovasi tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Program pendampingan dan implementasi teknologi tersebut berlangsung selama periode KKN-T, yakni mulai 22 Juni hingga 5 Agustus.
Desa Randu merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Batang yang memiliki potensi komoditas singkong cukup besar. Melimpahnya bahan baku tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha olahan pangan berbasis singkong.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi sejumlah kendala, terutama dalam proses produksi. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan mahasiswa KKN-T 128 UNDIP, UMKM Singkong Keju R3 masih mengandalkan proses pemotongan singkong secara manual menggunakan pisau dapur.
Cara tersebut membutuhkan waktu dan tenaga yang cukup besar. Selain itu, ukuran dan ketebalan singkong yang dihasilkan juga cenderung tidak seragam.
Ketidakteraturan ukuran potongan tersebut kemudian dapat memengaruhi proses penggorengan, kerapian pengemasan, hingga kualitas produk yang diterima konsumen. Kondisi itu menjadi salah satu tantangan bagi UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi secara konsisten.
Melihat persoalan tersebut, mahasiswa KKN-T 128 UNDIP kemudian merancang mesin pemotong singkong otomatis yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM Singkong Keju R3.
Mesin tersebut memanfaatkan sistem penggerak pneumatik-hidrolik dengan mekanisme pengoperasian sederhana menggunakan mechanical push button. Sistem tersebut memungkinkan mesin memberikan gaya dorong yang konsisten ketika proses pemotongan berlangsung.
Dari sisi konstruksi, mesin dibuat menggunakan kombinasi material besi siku dan besi hollow. Struktur tersebut dipilih untuk menjaga kestabilan mesin selama beroperasi sekaligus meningkatkan ketahanan alat sehingga dapat digunakan dalam aktivitas produksi UMKM dalam jangka panjang.
Salah satu keunggulan mesin tersebut adalah kemampuannya menghasilkan potongan singkong dengan ukuran yang lebih seragam. Melalui sistem otomatisasi yang diterapkan, mesin mampu menghasilkan potongan dengan panjang sekitar enam sentimeter secara konsisten.
Dengan adanya mesin tersebut, proses pemotongan bahan baku diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan tidak terlalu mengandalkan tenaga fisik pekerja.
Modernisasi peralatan produksi ini juga diharapkan dapat memperlancar alur kerja harian UMKM Singkong Keju R3. Efisiensi pada tahap perajangan menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan kapasitas produksi usaha.
Implementasi teknologi tepat guna yang dilakukan mahasiswa KKN-T 128 UNDIP tidak hanya diarahkan untuk menyelesaikan persoalan teknis di tingkat UMKM. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini secara khusus berkaitan dengan SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi. Modernisasi peralatan produksi diharapkan dapat menciptakan proses kerja yang lebih efektif dan nyaman sekaligus mendorong produktivitas serta pertumbuhan ekonomi usaha mikro di tingkat desa.
Selain itu, inovasi tersebut juga sejalan dengan SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur. Pemanfaatan teknologi otomasi sederhana menjadi upaya untuk memperkuat sektor industri pengolahan pangan skala rumah tangga melalui teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan mitra.
Untuk memastikan teknologi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, Tim KKN-T 128 UNDIP tidak berhenti pada proses pembuatan dan penyerahan mesin.
Mahasiswa juga memberikan pendampingan kepada pengelola UMKM Singkong Keju R3 melalui sejumlah tahapan.
Pertama, dilakukan uji coba dan kalibrasi untuk memastikan sistem pneumatik-hidrolik maupun komponen mekanis mesin dapat bekerja secara aman, presisi, dan optimal.
Kedua, mahasiswa memberikan pelatihan pengoperasian secara langsung. Pengelola UMKM mendapatkan pemahaman mengenai penggunaan tombol kontrol, prosedur pengoperasian, serta aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Ketiga, diberikan edukasi mengenai perawatan berkala atau maintenance. Tim KKN-T 128 UNDIP menyusun panduan perawatan rutin, termasuk pemeliharaan sistem pneumatik-hidrolik dan pembersihan mesin untuk menjaga performa serta memperpanjang usia pakai alat.
Pendampingan tersebut menjadi bagian penting agar inovasi yang diberikan tidak hanya bermanfaat selama mahasiswa berada di lokasi KKN-T, tetapi dapat terus digunakan oleh mitra setelah program berakhir pada 5 Agustus.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha lokal, mahasiswa KKN-T 128 UNDIP berharap UMKM Singkong Keju R3 dapat meningkatkan produktivitas, menjaga konsistensi kualitas produk, serta memperluas kapasitas usahanya.
Inovasi mesin pemotong singkong otomatis tersebut sekaligus menunjukkan bahwa penerapan teknologi tepat guna dapat menjadi solusi nyata terhadap persoalan produksi di tingkat desa.
Ke depan, sinergi antara dunia akademik dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak inovasi yang tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN UNDIP
Editor : Alif Nazzala