Beranda Pendidikan Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi UMKM Peyek Ngemplak Demak Perkuat Branding dan Pemasaran...

Mahasiswa KKN UPGRIS Dampingi UMKM Peyek Ngemplak Demak Perkuat Branding dan Pemasaran Digital

Sebanyak 18 mahasiswa KKN melakukan identifikasi terhadap proses produksi, sistem pemasaran, hingga potensi pengembangan usaha milik Siti Rodiyah.

KKN UPGRIS
Mahasiswa KKN UPGRIS ketika dampingi UMKM Peyek Ngemplak Demak (Foto:ist)

DEMAK, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) mulai mendampingi pengembangan UMKM Peyek Ngemplak di Desa Ngemplak, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak.

Pendampingan diawali dengan observasi pada Sabtu (1/8/2026) untuk memetakan kebutuhan usaha sebelum menjalankan program penguatan branding dan pemasaran digital.

Sebanyak 18 mahasiswa KKN melakukan identifikasi terhadap proses produksi, sistem pemasaran, hingga potensi pengembangan usaha milik Siti Rodiyah. Hasil observasi tersebut akan menjadi dasar penyusunan sejumlah program kerja, seperti pembuatan logo usaha, desain banner, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, hingga pendampingan promosi melalui platform digital.

Koordinator Desa KKN UPGRIS Desa Ngemplak, Syahrur Aji Ismantoro, mengatakan observasi dilakukan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan pelaku UMKM.

“Kami melihat Peyek Ngemplak memiliki potensi yang baik untuk berkembang. Karena itu, kami akan membantu memperkuat identitas usaha melalui pembuatan logo dan banner, mendaftarkan lokasi usaha ke Google Maps, serta mendampingi promosi digital agar produk ini lebih dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas,” ujar Syahrur.

UMKM Peyek Ngemplak telah lama memproduksi peyek secara rumahan dengan pemasaran melalui sistem penitipan di sejumlah rumah makan di wilayah Kecamatan Mranggen. Produk tersebut dijual dengan harga Rp1.000 untuk kemasan kecil dan Rp6.000 untuk kemasan besar. Produksi dilakukan sesuai kebutuhan setelah stok sebelumnya habis terjual.

Pemilik UMKM Peyek Ngemplak, Siti Rodiyah, mengaku selama ini usahanya belum memanfaatkan pemasaran digital sehingga penjualan masih bergantung pada pelanggan sekitar dan rumah makan tempat produknya dititipkan.

“Selama ini saya hanya menitipkan peyek di satu rumah makan dan belum pernah memasarkan secara online. Saya juga belum punya banner usaha maupun lokasi di Google Maps, jadi orang yang belum pernah ke sini biasanya kesulitan mencari tempat usaha saya. Saya bersyukur ada adik-adik KKN yang mau membantu. Semoga setelah dibantu promosi, dibuatkan banner, logo, dan didaftarkan di Google Maps, Peyek Ngemplak bisa semakin dikenal dan penjualannya ikut meningkat,” kata Siti Rodiyah.

Melalui program pendampingan tersebut, mahasiswa KKN UPGRIS berharap UMKM Peyek Ngemplak memiliki identitas usaha yang lebih kuat dan mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Ngemplak.

Penulis : Tim Mahasiswa KKN

Editor : Jaka N

Exit mobile version