Beranda Daerah PLN Tanjung Jati B Perkuat Keandalan Pembangkit Lewat Inspeksi Turbin Sambut HUT...

PLN Tanjung Jati B Perkuat Keandalan Pembangkit Lewat Inspeksi Turbin Sambut HUT ke-81 RI

Dirgahayu Republik Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan keselamatan, kami optimistis pemeliharaan Unit 2 dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan hasil terbaik.

Petugas PLN UIK Tanjung Jati B memeriksa sistem perpipaan uap dan peralatan pendukung turbin Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Pemeriksaan menjadi bagian dari turbine inspection untuk memastikan aliran uap, fungsi peralatan, dan kesiapan operasi pembangkit tetap terjaga secara aman dan andal.
Petugas PLN UIK Tanjung Jati B memeriksa sistem perpipaan uap dan peralatan pendukung turbin Unit 2 PLTU Tanjung Jati B. Pemeriksaan menjadi bagian dari turbine inspection untuk memastikan aliran uap, fungsi peralatan, dan kesiapan operasi pembangkit tetap terjaga secara aman dan andal. (Foto : Dok PLN)

JEPARA, Jatengnews.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan melalui pemeliharaan terencana Unit 2 PLTU Tanjung Jati B.

Salah satu pekerjaan penting dalam planned outage tersebut adalah turbine inspection atau inspeksi menyeluruh terhadap sistem turbin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan berbagai komponen vital pembangkit berada dalam kondisi optimal sebelum unit kembali beroperasi.

General Manager PLN UIK Tanjung Jati B, Andi Makkasau, mengatakan pemeliharaan pembangkit merupakan bentuk nyata kontribusi PLN dalam menyambut momentum Kemerdekaan Indonesia.

“Semangat HUT ke-81 RI kami maknai dengan menghadirkan kontribusi terbaik bagi negeri. Melalui turbine inspection yang dilaksanakan secara teliti, aman, dan sesuai standar, PLN berupaya memastikan pembangkit mampu kembali beroperasi secara optimal untuk mendukung keandalan sistem kelistrikan,” ujar Andi.

Dalam turbine inspection Unit 2, sejumlah komponen utama mendapat pemeriksaan dan penanganan. Pekerjaan tersebut antara lain meliputi penggantian Main Stop Valve (MSV), pemeriksaan Control Valve (CV), Reheat Stop Valve (RSV), serta Intercept Control Valve (ICV).

Komponen tersebut memiliki fungsi penting dalam mengatur sekaligus mengisolasi aliran uap menuju turbin. Selain itu, keberadaannya juga berkaitan dengan sistem proteksi pembangkit ketika terjadi kondisi operasi yang tidak normal.

Pemeriksaan dilakukan secara bertahap, mulai dari pembongkaran dan pembersihan komponen MSV, pemeriksaan kondisi seat valve menggunakan metode non-destructive testing berupa penetrant test, hingga pemasangan cassette MSV yang baru.

Tim pemeliharaan juga melakukan pemeriksaan terhadap main valve dan extraction steam check valve, termasuk pelayanan pada sejumlah katup pendukung sistem turbin.

Tidak hanya aspek mekanis, pekerjaan juga menyasar sistem kontrol. Sekitar 35 turbine control valve menjalani proses kalibrasi. Selain itu, dilakukan penggantian aktuator pada sistem Low Pressure Bypass dan High Pressure Bypass.

Modul antarmuka katup utama turbin pada sistem Digital Electro-Hydraulic Control (DEHC) juga diganti dan dikalibrasi. Seluruh pekerjaan tersebut bertujuan meningkatkan akurasi respons katup, menjaga keandalan sistem kontrol, serta memastikan keselamatan operasi turbin.

“Turbin merupakan salah satu peralatan utama yang mengubah energi uap menjadi energi mekanis untuk menggerakkan generator. Oleh karena itu, setiap komponen harus diperiksa secara presisi agar mampu bekerja dengan respons yang tepat, stabil, dan aman saat unit kembali dioperasikan,” jelas Andi.

Planned outage Unit 2 PLTU Tanjung Jati B telah berlangsung sejak 28 Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada 11 Agustus 2026. Pemeliharaan tersebut memiliki durasi maksimal 45 hari.

Program pemeliharaan ini mencakup 1.034 work order dengan melibatkan lebih dari 1.150 pekerja dan dukungan 30 perusahaan kontraktor.

Selain turbine inspection, sejumlah pekerjaan utama juga dilakukan, antara lain pemeriksaan generator, perbaikan pipa circulating water, penggantian pipa boiler, serta overhaul berbagai peralatan pendukung pembangkit.

Seluruh rangkaian pemeliharaan mengacu pada prinsip 5 ON, yakni On Safety, On Time, On Scope, On Quality, dan On Cost.

Melalui pemeliharaan tersebut, PLN menargetkan kondisi keandalan Unit 2 setelah kembali beroperasi berada pada level yang sama atau lebih baik dibandingkan sebelum pemeliharaan.

Kemampuan operasi unit ditargetkan mencapai 660,8 megawatt atau lebih baik, sementara tingkat efisiensi pembangkit juga diupayakan tetap terjaga.

Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi perhatian utama selama pelaksanaan pekerjaan. PLN menargetkan zero accident, tanpa kasus pertolongan pertama, tidak terjadi insiden keamanan, serta seluruh parameter lingkungan tetap terpenuhi.

Untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten, pengawasan dilakukan melalui safety induction, toolbox meeting, inspeksi lapangan secara berkala, penerapan permit to work, hingga pemantauan aktivitas di area prioritas menggunakan CCTV secara real time.

Andi menegaskan keberhasilan pemeliharaan tidak terlepas dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari PLN, pengelola pembangkit, tenaga ahli hingga perusahaan mitra kerja.

“Dirgahayu Republik Indonesia. Dengan semangat kolaborasi dan keselamatan, kami optimistis pemeliharaan Unit 2 dapat diselesaikan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan hasil terbaik. Inilah bagian dari komitmen PLN untuk terus menjaga energi yang menggerakkan kemajuan Indonesia,” pungkas Andi.

Penulis  : Alif Nazzala Rizqi

Editor     : Jaka Nuswantara

Exit mobile version