
UNGARAN, Jatengnews.id — Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana tanah longsor terus dilakukan di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Salah satunya melalui program edukasi mitigasi longsor berbasis geologi dan teknologi informasi yang digelar Mahasiswa KKN-T Tim 119 Universitas Diponegoro (UNDIP) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut menyasar warga Dusun Dampu, Bandungan, Glepung, dan Tompogunung yang berada di wilayah dengan tingkat kerawanan tanah longsor cukup tinggi. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai karakteristik wilayah yang memiliki potensi pergerakan tanah sekaligus membangun kesiapan menghadapi bencana.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya longsor. Warga juga dikenalkan dengan tanda-tanda awal pergerakan tanah yang perlu diwaspadai agar potensi bencana dapat dikenali sedini mungkin.
Selain itu, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan sebelum, saat, maupun setelah bencana terjadi. Masyarakat juga diajak memahami pentingnya menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman sebagai bagian dari strategi pengurangan risiko bencana di tingkat desa.
Tidak hanya mengandalkan edukasi secara langsung, Tim KKN-T 119 turut memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana pendukung mitigasi bencana. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah pemetaan geospasial yang memuat informasi geologi serta kawasan yang memiliki potensi rawan longsor.
Pemetaan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengenali kondisi lingkungan sekitar dan memahami wilayah yang perlu mendapat perhatian lebih dalam upaya pencegahan bencana.
Mahasiswa juga memperkenalkan digitalisasi penyimpanan dokumen penting keluarga. Langkah ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan masyarakat untuk menjaga dokumen penting agar tetap aman dan mudah diakses apabila terjadi kondisi darurat atau bencana.
Inovasi lainnya diwujudkan melalui pengembangan website mitigasi bencana yang dapat diakses masyarakat melalui https://saka-six.vercel.app/. Platform digital tersebut dirancang sebagai pusat informasi yang menyediakan edukasi, panduan mitigasi, serta berbagai informasi kebencanaan yang relevan bagi warga Desa Kalongan.
Dengan adanya platform tersebut, masyarakat diharapkan dapat memperoleh informasi kebencanaan secara lebih cepat, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja. Kehadiran media digital ini sekaligus diharapkan mendukung terbentuknya kesiapsiagaan masyarakat yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.
Program edukasi ini juga sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Goal 11 tentang Sustainable Cities and Communities. Tujuan tersebut menekankan pentingnya membangun permukiman yang inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan, termasuk melalui peningkatan ketahanan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana.
Siska dan Eka, anggota Karang Taruna Dusun Bandungan yang mengikuti kegiatan tersebut, menilai sosialisasi yang diberikan mahasiswa memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat mengenai langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana.
“Materi yang disampaikan tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih siap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Melalui perpaduan edukasi geologi dan pemanfaatan teknologi informasi, KKN-T Tim 119 UNDIP berupaya memperkuat kapasitas masyarakat Desa Kalongan dalam mengenali potensi bahaya sejak dini.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan warga mengenai ancaman longsor, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya kesiapsiagaan dan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari mitigasi bencana yang berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi