Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Edukasi MPASI Lewat Rumah Gizi Melati untuk Cegah Stunting...

KKN UIN Walisongo Edukasi MPASI Lewat Rumah Gizi Melati untuk Cegah Stunting di Karangrejo Demak

Program Rumah Gizi Melati membekali para ibu balita dengan pengetahuan menyusun MPASI bergizi seimbang sebagai upaya pencegahan stunting di Desa Karangrejo.

kkn uin ws gelar edukasi MPASI bergizi
Mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 107 UIN Walisongo Semarang memberikan edukasi penyusunan bergizi kepada ibu balita melalui Program Rumah Gizi Melati di Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (31/07/26) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 Posko 107 UIN Walisongo Semarang menggelar edukasi mengenai Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) bergizi melalui program Rumah Gizi Melati di Desa Karangrejo, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Demak, Jumat (31/7/2026).

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman para ibu balita tentang penyusunan menu MPASI yang sehat sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

Program Rumah Gizi Melati menjadi wadah edukasi bagi masyarakat untuk memahami pentingnya pemberian MPASI yang memenuhi kebutuhan gizi balita.

Kegiatan diikuti delapan ibu balita dengan pendampingan dari dokter, ahli gizi Puskesmas Wonosalam, bidan desa, serta kader Posyandu Desa Karangrejo.

Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo dari Divisi Kesehatan dan Lingkungan memandu penyampaian materi mengenai pengertian MPASI, kandungan gizi yang harus dipenuhi, hingga cara pengolahan makanan yang tepat.

Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa menu MPASI ideal mengandung karbohidrat, protein hewani, protein nabati, serat, dan vitamin.

Contoh bahan yang dapat digunakan antara lain nasi, dada ayam, tahu putih, wortel, labu siam, dan brokoli. Proses pembuatannya meliputi pencucian bahan, pemotongan, perebusan, hingga penghalusan agar mudah dikonsumsi balita.

Ahli Gizi Puskesmas Wonosalam juga memberikan solusi bagi ibu yang belum memiliki blender atau chopper.

Menurutnya, proses menghaluskan makanan dapat dilakukan menggunakan saringan. Selain itu, protein hewani berupa ayam dapat diganti dengan telur agar lebih mudah diolah.

“Kalau yang tidak punya chopper atau blender bisa pakai saringan saja. Ayam juga cukup sulit dihancurkan, jadi bisa diganti dengan telur,” jelas Ahli Gizi Puskesmas Wonosalam.

Setelah sesi edukasi, mahasiswa KKN membagikan MPASI kepada para ibu balita sekaligus memberikan contoh menu yang dapat dipraktikkan di rumah. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Kader Posyandu Desa Karangrejo, Siti, menilai kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan yang bermanfaat bagi para ibu.

“Dari kegiatan ini ibu-ibu jadi tahu cara membuat MPASI yang baik. Ilmunya sangat bermanfaat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan salah seorang peserta, Nurul Fitriani. Ia mengaku edukasi tersebut menambah wawasan, terutama bagi ibu-ibu yang sebelumnya belum banyak memperoleh informasi mengenai penyusunan menu MPASI bergizi.

“Kegiatan ini menambah pengalaman membuat MPASI di rumah. Terutama bagi ibu-ibu yang belum terbiasa mencari informasi di internet, jadi lebih memahami kebutuhan serat dan gizi untuk anak,” tuturnya.

Melalui program Rumah Gizi Melati, Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo berharap masyarakat semakin memahami pentingnya pemberian MPASI yang bergizi dan seimbang.

Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi balita sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di Desa Karangrejo.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version