
Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 174 bersama warga RT 05 RW 03 Desa Tamangede, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, menggelar kerja bakti, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan gotong royong tersebut menyasar dua lokasi, yakni mushola dan area di sekitar tanggul sungai.
Selain menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman, kegiatan ini menjadi upaya mahasiswa KKN untuk memperkuat kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat.
Kerja bakti dimulai sejak pagi dengan melibatkan mahasiswa KKN Posko 174 dan warga RT 05 RW 03. Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa dan warga berkoordinasi untuk membagi tugas agar proses pembersihan berjalan lebih efektif.
Sebagian peserta bertugas membersihkan area mushola, mulai dari menyapu halaman, membersihkan teras dan ruang utama, hingga merapikan barang-barang yang mengganggu kebersihan.
Sementara itu, peserta lainnya membersihkan area sekitar tanggul sungai. Mereka memangkas rumput liar, mengumpulkan sampah, serta membersihkan ranting yang menghambat akses jalan di sekitar tanggul.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Mahasiswa dan warga saling bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan sehingga proses pembersihan dapat dilakukan dengan lebih cepat.
Pemilihan mushola dan area tanggul sungai sebagai lokasi kerja bakti dilakukan karena kedua tempat tersebut merupakan fasilitas yang kerap dimanfaatkan masyarakat. Kebersihan lingkungan di sekitar fasilitas umum dinilai penting untuk menciptakan ruang yang sehat dan nyaman bagi warga.
Ketua RT 05 RW 03 Desa Tamangede, M. Dani, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam kegiatan tersebut.
Ia menilai kerja bakti memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus menjadi momentum untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong.
“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada tim KKN UIN Walisongo Semarang yang sudah mengabdikan kegiatan KKN-nya di RT 05 RW 03. Kami menyambut kegiatan ini dengan sangat positif karena kerja bakti ini membantu masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan kerja bakti bersama warga belakangan cukup jarang dilakukan. Kehadiran mahasiswa KKN menjadi salah satu pemantik agar kegiatan tersebut kembali terlaksana.
“Selama ini kegiatan kerja bakti bersama sudah cukup jarang dilakukan. Alhamdulillah, dengan adanya mahasiswa KKN, kegiatan ini dapat berjalan dengan baik meskipun tidak semua warga dapat hadir,” lanjutnya.
Koordinator Desa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 174, Muhammad Robith Qolbaini Wibisono, mengatakan bahwa kegiatan gotong royong merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat.
Ia menjelaskan, pengabdian mahasiswa tidak selalu harus diwujudkan melalui program berskala besar. Kegiatan sederhana yang dilakukan bersama masyarakat juga dapat memberikan manfaat nyata.
“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dalam program berskala besar. Hal-hal sederhana seperti membersihkan lingkungan bersama dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan dengan semangat kebersamaan,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat Desa Tamangede. Selain itu, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan diharapkan dapat terus tumbuh setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian.
Suasana kerja bakti semakin terasa akrab ketika mahasiswa dan warga berinteraksi di sela-sela kegiatan. Mereka tidak hanya bekerja bersama, tetapi juga berdiskusi dan membangun komunikasi yang lebih dekat.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata sinergi mahasiswa KKN UIN Walisongo dengan masyarakat Desa Tamangede.
Melalui gotong royong, mahasiswa Posko 174 berupaya menanamkan kembali pentingnya kepedulian sosial dan menjaga fasilitas lingkungan secara bersama-sama.
Ke depan, semangat gotong royong diharapkan tidak berhenti pada kegiatan kerja bakti selama pelaksanaan KKN. Budaya tersebut diharapkan dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Desa Tamangede.
Penulis: Tim KKN MIT ke-22 Posko 174
Editor: R. D. Pramesti