Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Edukasi Pubertas untuk Bekali Siswa SDN Sedayu Hadapi Masa...

KKN UIN Walisongo Edukasi Pubertas untuk Bekali Siswa SDN Sedayu Hadapi Masa Remaja

Sebanyak 27 siswa kelas V mendapat edukasi tentang perubahan fisik dan psikologis, kebersihan diri, serta cara menjaga tubuh saat memasuki masa pubertas.

kkn uin ws gelar edukasi remaja
Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 173 memberikan edukasi pubertas kepada siswa kelas V SD Negeri Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026)(Foto: Dok KKN)

Kendal, JatengNews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang memberikan edukasi tentang pubertas kepada 27 siswa kelas V SD Negeri Sedayu, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa KKN Posko 173 Sedayu tersebut bertujuan meningkatkan literasi kesehatan siswa sekaligus membekali mereka dengan pemahaman mengenai perubahan fisik dan psikologis yang terjadi saat memasuki masa pubertas.

Edukasi pubertas dikemas secara interaktif melalui pemaparan materi, permainan, lagu, dan kuis. Metode tersebut membuat siswa lebih aktif mengikuti kegiatan dan tidak merasa canggung ketika membahas materi yang berkaitan dengan perubahan tubuh.

Materi yang diberikan meliputi pengertian pubertas, ciri-ciri perubahan pada laki-laki dan perempuan, pentingnya menjaga kebersihan diri, serta cara menjaga tubuh dan lingkungan sebagai bagian dari upaya melindungi diri ketika memasuki masa remaja.

Kepala SD Negeri Sedayu, Siti Nur Arifah, menyambut baik kegiatan edukasi yang diberikan mahasiswa KKN UIN Walisongo. Menurutnya, pemahaman mengenai pubertas menjadi bekal penting bagi siswa kelas V yang mulai memasuki usia remaja.

“Anak-anak yang akan menginjak usia remaja memang perlu mengetahui bagian-bagian tubuh yang harus dijaga. Mereka juga perlu memahami bagaimana menjaga diri agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan wali kelas V SD Negeri Sedayu, Eris Alisiana. Ia mengatakan, materi mengenai pubertas sebenarnya telah menjadi bagian dari pembelajaran kelas V, tetapi baru diberikan secara lebih mendalam pada semester kedua.

Menurut Eris, edukasi yang diberikan mahasiswa KKN menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal materi tersebut lebih awal. Kehadiran pihak luar juga dinilai dapat membuat siswa lebih tertarik mengikuti pembelajaran.

“Ketika materi disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa, anak-anak lebih tertarik dan lebih mudah memahami. Nantinya saat guru melanjutkan pembelajaran di kelas, mereka sudah tidak merasa malu atau menertawakan materi tersebut karena sudah memiliki pemahaman sebelumnya,” jelasnya.

Ia menilai penyampaian materi pubertas secara interaktif penting karena topik tersebut masih dianggap sensitif oleh sebagian siswa. Dengan mendapatkan pemahaman sejak awal, siswa diharapkan lebih terbuka dan tidak merasa malu ketika mempelajari perubahan yang terjadi pada tubuh mereka.

Sementara itu, Penanggung Jawab Pelaksana kegiatan, Nur Aini Hidayah, mengatakan tema pubertas dipilih karena siswa kelas V mulai berada pada fase menuju masa remaja.

Menurutnya, masih terdapat siswa yang belum memahami pengertian pubertas, tanda-tanda yang menyertainya, maupun cara menghadapi perubahan tersebut.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pubertas, tanda-tandanya, serta bagaimana mereka dapat melewati proses tersebut dengan baik dan penuh kesiapan,” ungkapnya.

Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat aktif mengikuti permainan dan kuis yang diberikan mahasiswa. Pendekatan tersebut digunakan agar materi kesehatan tidak disampaikan secara kaku, sekaligus membantu siswa memahami informasi dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.

Mahasiswa KKN Posko 173 Sedayu berharap edukasi pubertas dapat membantu siswa memiliki pengetahuan yang benar mengenai perubahan tubuh dan mampu menjaga kesehatan serta kebersihan diri.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa KKN UIN Walisongo dan SD Negeri Sedayu dalam memberikan edukasi kesehatan kepada anak sejak dini.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi siswa untuk memasuki masa remaja dengan lebih siap, percaya diri, dan bertanggung jawab.

Penulis: Tim Mahasiswa
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version