
SEMARANG, Jatengnews.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 116 Universitas Diponegoro (UNDIP) mendorong peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana melalui program sosial kemasyarakatan bertajuk “Pedurungan Tengah SIAGA: Sinergi Informasi, Antisipasi dan Gerak Aksi. Membangun Ketangguhan Bencana Kelurahan Pedurungan Tengah Berbasis Data dan Edukasi”.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Pedurungan Tengah, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, dengan sasaran utama warga RT 07 RW 02.
Pelaksanaan program berada di bawah bimbingan Prof. Dr. Eng. Agus Setyawan, S.Si., M.Si. dan Dr. Ir. Fahmi Arifan, S.T., M.Eng., M.M., IPM, ASEAN Eng. Rangkaian kegiatan diisi dengan sosialisasi dan demonstrasi yang melibatkan mahasiswa KKN-T 116 serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.
Kegiatan diawali dengan pemaparan Hafiz Atha Syadiki dan Naufal Erlangga mengenai hasil penyusunan Peta Administrasi dan Sarana Prasarana Kelurahan Pedurungan Tengah. Peta tersebut telah diperbarui dan diintegrasikan dengan Google Maps sehingga dapat menjadi salah satu sumber informasi bagi masyarakat terkait kondisi wilayah dan fasilitas yang tersedia.
Selain pemetaan wilayah, mahasiswa juga menyampaikan hasil pemetaan hidrogeologi Kecamatan Pedurungan yang berfokus pada kondisi air tanah serta kualitas air sumur di Kelurahan Pedurungan Tengah.
Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai fenomena air sadah dan pertumbuhan lumut pada tempat penampungan air. Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran warga mengenai kualitas air sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya air yang lebih baik dan berkelanjutan.
Setelah pemaparan mengenai kualitas air, Anindhita Intan Nuraini memberikan edukasi mengenai filtrasi air sederhana melalui media poster. Materi tersebut memperkenalkan cara penyaringan air yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi kemudian dilanjutkan Siti Azhira Aulia melalui penjelasan mengenai prototipe alat filtrasi sederhana. Ia menjelaskan fungsi masing-masing material yang digunakan dalam alat tersebut berdasarkan konsep fisika lingkungan.
Menurut materi yang disampaikan, penerapan filtrasi sederhana di lingkungan rumah tangga dapat dilakukan menggunakan pipa PVC yang diisi dengan sejumlah media filtrasi sesuai kebutuhan.
Tak hanya membahas kualitas air, mahasiswa KKN-T 116 juga memberikan edukasi terkait mitigasi kebakaran, khususnya yang berpotensi terjadi di lingkungan rumah tangga.
Antoni Chikara Setiawan memperkenalkan prototipe alat pendeteksi kebocoran gas LPG dan kebakaran dini di area dapur. Alat berbasis sensor tersebut dirancang untuk mendeteksi kadar gas LPG yang bocor di udara dan memberikan peringatan dini melalui alarm.
Dengan adanya sistem peringatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengetahui potensi kebocoran gas lebih cepat sehingga risiko terjadinya kebakaran dapat diminimalkan.
Sementara itu, Dafa Alfarisy memperkenalkan prototipe alat pendeteksi asap dan api dini sebagai media edukasi mitigasi kebakaran. Alat tersebut memanfaatkan sensor untuk mendeteksi keberadaan asap maupun percikan api di area yang memiliki risiko kebakaran, seperti dapur.
Ketika kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran terdeteksi, sistem akan memberikan peringatan melalui bunyi alarm atau buzzer. Dengan demikian, penghuni rumah dapat segera mengambil tindakan sebelum api berkembang dan meluas.
Edukasi mengenai mitigasi kebakaran kemudian diperkuat melalui modul yang disusun Fatimah Zuhro Nafia. Modul kesiapsiagaan kebakaran di permukiman padat penduduk tersebut memuat materi mengenai konsep Segitiga Api dan Tetrahedron Api sebagai dasar untuk memahami proses terjadinya kebakaran.
Selain itu, modul juga memberikan pengetahuan mengenai penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai salah satu upaya penanganan awal ketika kebakaran terjadi.
Sementara itu, Fathan Yadis Arkana menyusun modul edukasi kesiapsiagaan bencana melalui penerapan keselamatan kelistrikan. Materi tersebut membahas berbagai potensi bahaya kelistrikan sekaligus langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat sebelum, saat, maupun setelah terjadi bencana.
Salah satu perhatian utama dalam modul tersebut adalah risiko kebakaran akibat korsleting listrik. Melalui edukasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa keselamatan kelistrikan merupakan bagian penting dari kesiapsiagaan bencana di tingkat rumah tangga.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi dari BPBD Kota Semarang yang diwakili Heri dan Aan. Keduanya memberikan materi mengenai mitigasi kebakaran di lingkungan rumah tangga.
Melalui pemaparan materi dan video edukasi, BPBD menjelaskan berbagai penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta tindakan darurat yang perlu dilakukan masyarakat ketika menghadapi kebakaran.
Tak hanya memberikan materi, BPBD juga mengajak peserta mengikuti simulasi penanganan awal kebakaran pada kompor dan tabung gas. Dalam simulasi tersebut, handuk basah digunakan sebagai salah satu media untuk membantu memadamkan api pada kondisi tertentu.
Simulasi diikuti secara langsung oleh mahasiswa KKN-T 116 UNDIP bersama warga RT 07 RW 02. Kegiatan praktik tersebut membuat masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memiliki gambaran mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung. Masyarakat aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kualitas air, teknik filtrasi, risiko kebakaran, hingga penggunaan alat deteksi dini yang diperkenalkan mahasiswa.
Melalui rangkaian sosialisasi dan demonstrasi tersebut, warga memperoleh wawasan baru mengenai pengelolaan kualitas air, mitigasi kebakaran, keselamatan kelistrikan, serta pemanfaatan teknologi sederhana sebagai sistem peringatan dini.
Program “Pedurungan Tengah SIAGA” sekaligus menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas warga dalam mengenali potensi bahaya, melakukan pencegahan, serta mengambil tindakan awal ketika bencana terjadi.
Selain itu, program tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 11 tentang Sustainable Cities and Communities melalui penguatan kesiapsiagaan bencana, SDGs 6 tentang Clean Water and Sanitation melalui edukasi kualitas dan filtrasi air, serta SDGs 4 tentang Quality Education dan SDGs 3 tentang Good Health and Well-Being melalui peningkatan literasi masyarakat dan perlindungan kesehatan.
Dengan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan BPBD, program KKN-T 116 UNDIP diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun Kelurahan Pedurungan Tengah yang semakin tangguh, aman, sehat, dan berkelanjutan.
Penulis : Tim Mahasiswa KKN
Editor : Alif Nazzala Rizqi