Beranda Daerah KKN UIN Walisongo Jelajahi Potensi UMKM dan Layanan Publik di KADIN Fest...

KKN UIN Walisongo Jelajahi Potensi UMKM dan Layanan Publik di KADIN Fest 2026

Kehadiran mahasiswa KKN menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat geliat UMKM, peluang kerja, literasi, dan layanan masyarakat yang dihadirkan dalam KADIN Fest 2026.

KKN UIN Walisongo Kadin fest
Mahasiswa KKN MIT-22 Posko 108 Desa Jogoloyo mengunjungi KADIN Fest 2026 untuk mengenal potensi UMKM dan berbagai layanan masyarakat di Kabupaten Demak, Jumat (31/7/2026) (Foto: Dok KKN).

Demak, JatengNews.id– Mahasiswa Kuliah Kerka Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 108 Desa Jogoloyo turut meramaikan KADIN Fest 2026 di Kabupaten Demak, Jumat (31/7/2026).

Kehadiran mahasiswa tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat potensi UMKM, peluang kerja, serta berbagai layanan publik yang dihadirkan dalam festival tersebut.

Kunjungan Tim KKN MIT-22 Posko 108 dilakukan atas ajakan Kepala Desa Jogoloyo. Selain menghadiri kegiatan, mahasiswa juga mengamati berbagai potensi ekonomi lokal dan bentuk pelayanan masyarakat yang tersedia selama KADIN Fest 2026.

KADIN Fest 2026 dirangkai bersama Demak Job Fair 2026 yang menghadirkan informasi lowongan kerja dari berbagai perusahaan bagi masyarakat Kabupaten Demak dan sekitarnya.

Tidak hanya bursa kerja dan pameran UMKM, KADIN Fest juga menghadirkan sejumlah kegiatan, mulai dari talkshow, pelayanan publik, skrining kesehatan, pameran perumahan, lomba rebana, lomba mewarnai, BMX Contest, hingga pameran pernikahan.

Beragam agenda tersebut membuat KADIN Fest menjadi ruang pertemuan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku usaha, pencari kerja, hingga keluarga yang ingin menikmati kegiatan hiburan dan layanan publik.

Melihat Peluang UMKM di KADIN Fest

Salah satu daya tarik KADIN Fest adalah keberadaan berbagai stan UMKM dan ekonomi kreatif. Pengunjung dapat melihat sekaligus membeli beragam produk lokal yang ditawarkan oleh para pelaku usaha.

Bagi mahasiswa KKN MIT-22 Posko 108, kehadiran stan UMKM menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung bagaimana pelaku usaha memanfaatkan kegiatan pameran sebagai sarana promosi dan pemasaran produk.

Salah satu stan yang menarik perhatian mahasiswa adalah mobil food truck yang menjual takoyaki dan kue koin. Di stan tersebut, mahasiswa berbincang dengan Agus, pemilik usaha yang rutin mengikuti KADIN Fest.

Menurut Agus, KADIN Fest memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk berjualan sekaligus memperluas akses informasi bagi masyarakat.

“Antusias warganya banyak, banyak yang mencari kerja dan banyak inovasi baru,” ujar Agus.

Ia menilai keberadaan Demak Job Fair dalam rangkaian KADIN Fest menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat, terutama para pencari kerja dan lulusan baru.

Agus berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan durasi yang lebih panjang sehingga memberikan kesempatan lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berinteraksi dengan pengunjung.

“Harapan saya semoga acara seperti ini bisa diadakan sampai malam. Kalau sampai malam pasti lebih ramai,” ungkapnya.

Hadirkan Ruang Literasi dan Layanan Masyarakat

Selain UMKM dan bursa kerja, KADIN Fest 2026 juga menghadirkan Pojok Baca dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Demak.

Pojok Baca menyediakan berbagai koleksi buku yang dapat diakses pengunjung selama festival berlangsung. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang literasi di tengah kegiatan ekonomi dan hiburan masyarakat.

Yeti Dwi Fatmasari mengatakan Pojok Baca dihadirkan untuk memberikan akses bacaan sekaligus mendorong minat literasi masyarakat.

Keberadaan Pojok Baca menunjukkan bahwa KADIN Fest tidak hanya menjadi ruang untuk mempertemukan pelaku usaha dan pencari kerja, tetapi juga menghadirkan layanan edukasi bagi masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN MIT-22 Posko 108, kunjungan ke KADIN Fest 2026 memberikan pengalaman untuk melihat secara langsung potensi ekonomi dan pelayanan publik di Kabupaten Demak.

Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bagaimana kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan ruang bersama yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, tetapi juga membuka akses terhadap informasi, layanan publik, literasi, dan hiburan.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa KKN diharapkan dapat membawa pengalaman dan wawasan mengenai pengembangan potensi lokal sebagai bagian dari proses pengabdian kepada masyarakat di Desa Jogoloyo.

Penulis: Tim Mahasiswa KKN
Editor: R. D. Pramesti

Exit mobile version